Dampak Kecelakaan, Polisi Bekukan Aktifitas Gledekan Tretes
- 15 Jul 2026 14:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Polsek Prigen membekukan seluruh aktivitas permainan tradisional ekstrem seperti gledekan yang belakangan ini digandrungi oleh masyarakat setempat.
Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif guna mencegah terulangnya insiden fatal yang membahayakan keselamatan jiwa para peserta, khususnya anak-anak di bawah umur.
Kapolsek Prigen, AKP Mulyono mengatakan, pelarangan sementara ini berlaku untuk semua titik lintasan, termasuk lokasi-lokasi besar seperti di wilayah Ketanireng, Ledug, hingga perbatasan yang menembus jalur Pacet dan Malang.
"Sementara ini untuk sambil menunggu SOP, kita hentikan dulu kegiatan gledekan di wilayah Prigen supaya tidak ada kejadian serupa yang berakibat paniknya masyarakat," kata Mulyono di sela-sela kesibukannya, Rabu (15/7/2026).
Dijelaskannya, penyelidikan mendalam di lokasi kejadian mengungkap adanya faktor kelalaian panitia dalam mengawasi spesifikasi teknis kendaraan non-mesin yang digunakan oleh para peserta. Absennya pelindung benturan minimal pada bagian kemudi dituding menjadi penyebab utama fatalnya dampak benturan saat kendaraan kehilangan kendali.
Sedangkan keputusan penghentian operasional ini dipicu oleh adanya peristiwa kecelakaan kerja alat luncur yang memakan korban cedera cukup parah di area lintasan balap. Pihak berwajib kini tengah menyusun regulasi keamanan yang lebih ketat sebelum memberikan izin operasional kembali bagi rekreasi pemacu adrenalin tersebut.
"Jadi biar polemik ini tidak berkepanjangan karena kemarin juga ada informasi kecelakaan di daerah Palembon, Kecanatan Prigen," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gledekan Tretes, Dian Cahyono menegaskan bertanggung jawab penuh atas insiden memilukan tersebut dan berjanji akan menanggung seluruh biaya perawatan medis korban. Evaluasi internal kini tengah berjalan secara menyeluruh guna merumuskan standar kelaikan unit luncur sebelum ajang ini kembali digulirkan ke publik.
"Setelah ditelusuri, ternyata korban yang masih anak-anak tidak memenuhi standarisasi alat karena bagian stang tidak dilengkapi pelindung karet sehingga kepalanya terbentur hingga mengalami luka serius di bagian batang hidung," akunya.
Dengan kejadian tersebut, masyarakat sekitar dan para orang tua diimbau untuk lebih selektif dalam memberikan izin kepada buah hati mereka saat ingin mencoba permainan berkecepatan tinggi ini.
"Jalur turunan curam khas perbukitan Prigen memang menuntut konsentrasi penuh serta kesiapan alat keselamatan protektif yang mumpuni," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....