Kapolresta Malang Kota Ajak Mahasiswa UWG Perangi Miras hingga Judi Online
- 25 Mei 2026 10:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengajak mahasiswa Universitas Widya Gama (UWG) Malang aktif melawan peredaran minuman keras, narkoba, hingga penipuan dan judi online dalam diskusi santai yang digelar di salah satu kafe di Kota Malang,
Kegiatan ini dihadiri Rektor UWG Dr. Anwar, jajaran biro akademik, humas, kemahasiswaan, serta sekitar 20 mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan (Ormawa).
Rektor UWG, Dr. Anwar mengatakan, kampus tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial mahasiswa.
“Mahasiswa harus menjadi insan unggul yang beradab. Dialog seperti ini penting untuk membuka perspektif dan membangun kesadaran sosial melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian,” kata Anwar, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut dia, forum diskusi menjadi bagian dari upaya kampus membentuk mahasiswa yang adaptif, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika masyarakat.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan dialog dengan mahasiswa merupakan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan yang lebih terbuka.
“Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya. Apa yang menjadi keresahan mahasiswa akan kami tampung dan teruskan kepada pemerintah daerah serta Forkopimda sebagai bahan kebijakan,” ujar Putu Kholis.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan sosial seperti peredaran minuman keras, narkoba, kepadatan kota, hingga maraknya penipuan dan judi online.
Menanggapi hal itu, Putu Kholis mengatakan minuman keras menjadi salah satu pemicu tindak kriminalitas. Ia menyebut polisi telah menyita sekitar 3.000 botol miras ilegal dan mengungkap produksi miras rumahan di wilayah Kota Malang.
“Miras berdampak buruk secara sosial dan kesehatan. Banyak kejahatan berawal dari kondisi tidak terkontrol akibat konsumsi miras,” katanya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kejahatan siber, termasuk penipuan dan judi online yang disebutnya terorganisasi lintas negara.
“Masyarakat sering tergiur keuntungan instan. Ini dimanfaatkan oleh pelaku dengan berbagai modus, termasuk manipulasi konten di media sosial,” ujar dia.
Putu Kholis mengajak mahasiswa mengambil peran aktif menjaga lingkungan sosial dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Jika mahasiswa kompak menolak miras, narkoba, dan kejahatan digital, dampaknya akan signifikan bagi masa depan kota,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....