Hibah Rp151 Miliar, Kota Malang Target Olah 120 Ton Sampah per Hari

  • 28 Agt 2026 21:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kota Malang mendapat dukungan program pengelolaan sampah melalui hibah sekitar Rp151 miliar yang akan disalurkan secara bertahap selama lima tahun. Program yang menjadi bagian dari Local Service Delivery Project (LSDP) tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga 120 ton per hari.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang selama ini masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang.

“Untuk awal, anggaran yang diberikan kurang lebih di tahun 2027 itu sekitar Rp31 miliar,” ujar Raymond dalam program Halo RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.

Raymond menjelaskan, Kota Malang saat ini menghasilkan sekitar 767 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ton masih membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Sekitar 450 ton di antaranya masih masuk ke Supit Urang.

Melalui program LSDP, kapasitas pengolahan sampah akan ditingkatkan melalui pembangunan fasilitas pengolahan di dua lokasi. Sebanyak 100 ton per hari akan ditangani di fasilitas pengolahan di Supit Urang, sedangkan 20 ton per hari direncanakan melalui TPS 3R di kawasan Purwantoro.

“Dari total Rp151 miliar itu digunakan untuk pengolahan sampah sejumlah 120 ton per hari. Sehingga mengurangi volume sampah yang tadinya 450 yang ditaruh di Supit Urang,” katanya.

Menurut Raymond, pembangunan dan pengadaan peralatan akan dilakukan secara bertahap karena program berlangsung selama lima tahun. Pemerintah Kota Malang terlebih dahulu melakukan pembangunan dan belanja modal, kemudian mengajukan penggantian anggaran melalui mekanisme reimbursement dari pemerintah pusat.

Ia menyebut, kondisi tersebut membuat penguatan pengolahan sampah menjadi kebutuhan mendesak. Jika tidak ada pengurangan volume sampah yang masuk, kapasitas Supit Urang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua setengah tahun lagi.

“Kalau tidak ada pengolahan dari yang 500 ton per hari itu, luasan dari Supit Urang dua setengah tahun lagi sudah tidak bisa menampung sampah,” tutur Raymond.

Pada 2027, pembangunan sejumlah fasilitas akan mulai dilakukan. TPS 3R di Purwantoro diharapkan sudah dapat beroperasi, sementara fasilitas dan pengadaan peralatan lainnya terus dikembangkan sesuai tahapan program.

Raymond menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya menambah fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga mengurangi ketergantungan Kota Malang terhadap TPA dengan memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....