Persaingan Perumahan di Malang Kian Ketat, Developer Andalkan Legalitas dan Skema

  • 21 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Malang

RRI CO. ID, Malang. Persaingan bisnis perumahan di Kota Malang dinilai semakin ketat seiring bertambahnya proyek hunian baru yang menyasar pasar masyarakat menengah. Kondisi tersebut membuat pengembang mulai menawarkan berbagai strategi untuk menarik minat konsumen.

Manager Marketing Alinda Hills, Arif Budiman mengatakan, salah satu strategi yang dilakukan pihaknya ialah memastikan legalitas proyek disiapkan sejak awal pembangunan. Menurutnya, seluruh sertifikat rumah hingga fasilitas umum telah diproses sejak awal proyek berjalan.

“Kami ingin menunjukkan komitmen legalitas sejak awal,” kata Arif Budiman. Kamis 21 Mei 2026.

Selain legalitas, pengembang juga menawarkan fleksibilitas pembayaran mulai dari skema tunai, inhouse hingga Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Bahkan uang muka rumah disebut dimulai dari Rp10 juta untuk tipe tertentu.

Di sisi lain, perbankan syariah juga mulai masuk mendukung sektor properti di Malang. Bank BSN misalnya, menggandeng pengembang untuk menyediakan layanan pembiayaan KPR berbasis syariah bagi calon pembeli rumah.

Pihak bank menjelaskan, terdapat dua skema yang ditawarkan yakni murabahah dan musyarakah. Skema tersebut dinilai menjadi alternatif pembiayaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian.

“Nasabah nanti menambah share sehingga porsi bank semakin kecil,” ujar Misbach Abdi manager bisnis Bank BSN.

Pengembang berharap strategi legalitas, fasilitas kawasan, hingga kemudahan pembiayaan dapat menjadi nilai tambah di tengah persaingan pasar properti yang terus berkembang di Kota Malang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....