Mahasiswa UNU Blitar Desak Pemecatan Dosen Terduga Pelecehan

  • 19 Mei 2026 20:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Puluhan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar aksi damai di halaman kampus pada Selasa (19/5/2026). Mereka mendesak pihak kampus segera mengambil tindakan tegas terhadap dosen yang diduga melakukan pelecehan kepada sejumlah mahasiswi.

Massa aksi membawa poster tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian. Situasi sempat memanas setelah mahasiswa mengaku tidak ditemui jajaran wakil rektor untuk berdialog secara langsung.

Koordinator aksi sekaligus Ketua Komisariat PMII UNU Blitar sekaligus yang mendampingi mahasiswi korban pelecehan bernama, Ahmad Kafi mengatakan mahasiswa sejak awal berharap aksi berlangsung damai tanpa adanya pembakaran ban. Namun kekecewaan massa memuncak karena pihak kampus dinilai tidak segera memberikan respons.

"Kami ingin duduk bersama dengan pihak kampus. Kalau warek hadir, mungkin tidak akan sampai ada pembakaran ban," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Mahasiswa menegaskan tuntutan utama mereka ialah pemecatan secara tidak hormat terhadap dosen terduga pelaku pelecehan.

Mereka menilai kampus harus memberikan kepastian dan keberpihakan terhadap korban.

Menurut Kafi, mahasiswa sebenarnya telah berulang kali melakukan audiensi dan advokasi sebelum akhirnya turun ke jalan. Namun upaya tersebut belum menghasilkan keputusan yang dianggap jelas.

"Kami sudah melakukan berbagai cara melalui audiensi dan advokasi, tapi belum ada kejelasan. Karena itu kami memilih aksi sebagai langkah terakhir," katanya.

Tak hanya menggelar aksi sehari, mahasiswa juga mengancam akan melakukan demonstrasi lanjutan selama tiga hari berturut-turut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Bahkan, mereka siap memboikot kegiatan perkuliahan.

"Kalau tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami akan terus aksi dan melakukan boikot kuliah," tegasnya.

Dalam proses pendampingan korban, PMII UNU Blitar mengaku menerima 15 aduan dugaan pelecehan. Sebanyak 13 korban di antaranya telah diwawancarai, terdiri dari mahasiswa aktif maupun alumni.

Selain itu, mahasiswa bersama pendamping juga tengah menyiapkan laporan kepada aparat penegak hukum dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Sementara itu, pihak kampus sebelumnya telah mengambil langkah administratif dengan menonaktifkan sementara dosen terduga pelaku dari seluruh aktivitas kampus hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....