Mahasiswa Turun ke Jalan Tanda Demokrasi Hidup

  • 15 Jun 2026 18:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - PDI Perjuangan menilai aksi mahasiswa yang belakangan terjadi di berbagai daerah merupakan bukti bahwa demokrasi di Indonesia masih berjalan.

Selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa dinilai sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara yang harus dihormati.

Hal itu disampaikan Juru Bicara DPP PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, usai peresmian renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Proklamator RI Ir Soekarno, yang dihadiri Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kota Blitar, pada Senin (15/6/2026).

Menurut Aryo, keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan bangsa menunjukkan masih tingginya kepedulian generasi muda terhadap masa depan Indonesia. Ia menegaskan, kondisi yang justru perlu dikhawatirkan adalah ketika anak-anak muda tidak lagi peduli terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

"Tentu kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang masih peduli terhadap kondisi bangsa dan negara saat ini. Kalau anak-anak muda sudah tidak mau turun ke jalan, tidak mau berdiskusi, dan tidak mau memberikan masukan kepada pemerintah, justru itu menjadi alarm berbahaya bagi demokrasi kita," ujar Aryo, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk menyuarakan pendapat.

Karena itu, kritik yang disampaikan seharusnya diterima sebagai masukan bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan.

Aryo juga mengingatkan bahwa Megawati Soekarnoputri selama ini selalu menekankan pentingnya keberanian warga negara dalam menggunakan hak konstitusionalnya. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

Lebih lanjut, Aryo menilai pemerintah perlu merespons setiap kritik dengan sikap terbuka. Sebab, penolakan terhadap aspirasi publik berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan memperpanjang berbagai persoalan yang ada.

"Kritik yang tidak diterima dengan baik dan tidak direspons dengan baik oleh pemerintah bisa menimbulkan krisis yang berkepanjangan dan memperbesar ketidakpercayaan publik," katanya.

Dalam momentum peresmian Istana Gebang yang sarat nilai sejarah perjuangan Bung Karno, Aryo berharap semangat demokrasi yang diwariskan sang proklamator terus dijaga. Ia menegaskan, kritik dan perbedaan pandangan tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun bangsa yang lebih baik.

"Saat mahasiswa turun ke jalan, terimalah dengan positif, respons dengan baik, jangan denial terhadap apa yang menjadi kritik teman-teman muda. Saya kira itu pesan yang penting," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....