Kawasan Pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan Dilanda Banjir ROB

  • 19 Mei 2026 18:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Kawasan pesisir Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, dilanda banjir ROB, Senin (18/5/2026) sore.

Sejumlah jalan hingga permukiman warga tergenang akibat naiknya air laut yang mencapai pasang maksimum 3,0 meter.

Genangan terpantau mulai terjadi sejak pagi di wilayah Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 20 sentimeter.

Anggota Satpolairud Polres Pasuruan Kota pun turun melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. Di antaranya Aiptu Joko Temgger, Aiptu Laswanto, dan Bripka Santoso.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno mengatakan, banjir ROB kali ini dipicu tingginya pasang air laut sehingga aliran air dari daratan tidak dapat mengalir ke laut.

“Banjir ROB memang biasa terjadi di kawasan pesisir saat pasang air laut mencapai 3,0 meter. Air laut meluap dan menyebabkan genangan di jalan maupun permukiman warga,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pemantauan pada pukul 10.00 WIB menunjukkan kondisi pasang laut masih cukup tinggi. Namun genangan diperkirakan mulai surut sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara itu, Camat Panggungrejo Iman Hidayat menyatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran ke sejumlah titik banjir ROB yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo.

“Kami langsung turun melakukan penelusuran di lokasi-lokasi terdampak. Memang mayoritas genangan berada di wilayah Kecamatan Panggungrejo,” katanya.

Dari hasil peninjauan tersebut, pihak kecamatan menemukan salah satu solusi penanganan di wilayah Kelurahan Tambaan, yakni dengan meninggikan plengsengan untuk menahan luapan air laut.

“Di Kelurahan Tambaan kami menemukan solusi sementara dengan meninggikan plengsengan. Nanti akan kami ajukan ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Iman menyebut, untuk wilayah lain yang juga terdampak banjir ROB, pihaknya masih terus mencari solusi penanganan agar genangan tidak terus berulang saat air laut pasang.

“Untuk titik lainnya masih kami carikan solusi yang tepat sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sejumlah wilayah terdampak banjir ROB meliputi Desa Semare, Desa Kalirejo, Kelurahan Tambaan, Kelurahan Ngemplakrejo, kawasan Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Panggungrejo, Jalan MT Haryono-Mandaranrejo, Desa Tambak Lekok, Desa Jatirejo, Desa Wates, Desa Semedusari, Desa Kedawang hingga Desa Mlaten.

“Kami mengimbau masyarakat pesisir tetap waspada, terutama warga yang beraktivitas di sekitar tambak dan jalur pesisir karena potensi ROB masih terjadi sampai 19 Mei 2026,” tambah AKP Edy Suseno.

Diketahui, fenomena banjir ROB di wilayah pesisir Pasuruan sudah terjadi sejak 16 Mei lalu dan diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga 19 Mei 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....