Inflasi Kota Malang Melandai ke 0,05 Persen pada April 2026
- 11 Mei 2026 09:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Malang pada April 2026 sebesar 0,05 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka tersebut melandai dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,34 persen mtm, seiring mulai normalnya permintaan masyarakat pasca momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.
Secara tahunan, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 2,70 persen year on year (yoy). Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 2,85 persen yoy, namun masih berada di atas inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen yoy.
Tekanan inflasi pada April 2026 terutama dipicu kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,48 persen mtm. Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras dan cabai merah.
Kenaikan harga pangan dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat di tengah keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca, khususnya pada komoditas cabai. Selain itu, tarif angkutan udara dan harga bensin juga ikut menyumbang inflasi seiring kenaikan harga avtur global dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal April 2026.
Di sisi lain, inflasi Kota Malang tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, seperti emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras dan telur puyuh. Penurunan harga tersebut dipengaruhi normalisasi permintaan pasca Lebaran serta mulai masuknya masa panen raya pada beberapa komoditas pangan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi mengatakan tekanan inflasi di Kota Malang masih relatif terkendali berkat penguatan sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Koordinasi dan penguatan program pengendalian inflasi terus kami lakukan agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap kuat,” kata Indra, Senin 11 Mei 2026.
Selama April 2026, TPID Kota Malang menjalankan sejumlah langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga bahan pokok, sidak stok LPG 3 kilogram, panen cabai hingga tanam padi serentak bersama pemerintah provinsi.
Bank Indonesia memastikan sinergi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif akan terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....