Pedagang Pasar Pagi Kesamben Kukuh Tolak Relokasi
- 07 Mei 2026 04:49 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Rencana pemindahan pedagang pasar pagi di kawasan pembangunan Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, kembali mengalami kendala.
Para pedagang masih memilih bertahan di lokasi lama meskipun pemerintah daerah telah menyiapkan tempat relokasi.
Upaya penertiban yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar pada Rabu (6/5/2026) dini hari belum membuahkan hasil.
Petugas yang turun langsung ke lapangan tidak berhasil memindahkan aktivitas jual beli ke lokasi yang telah disediakan di Lapangan Babadan.
Sejumlah pedagang mengaku khawatir kehilangan pelanggan jika harus berpindah tempat. Aktivitas pasar pagi yang berlangsung hanya beberapa jam dinilai sangat bergantung pada kebiasaan pembeli.
"Kami sudah punya langganan di sini. Kalau pindah, belum tentu pembeli ikut," kata salah satu pedagang bernama Siti Romlah, Kamis (7/5/2026).
Pasar pagi tersebut diketahui mulai beroperasi sejak pukul 01.00 hingga sekitar pukul 06.00 WIB. Para pedagang umumnya menggunakan kendaraan pribadi seperti pikap atau berjualan di tepi jalan sekitar proyek.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Blitar menegaskan bahwa relokasi merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pembangunan pasar. Lokasi lama dinilai berpotensi mengganggu akses keluar masuk kendaraan proyek.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menyiapkan fasilitas yang lebih memadai di lokasi relokasi, termasuk permukaan yang telah dipaving agar lebih nyaman digunakan pedagang yang berada di Lapangan Babadan.
Namun demikian, faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama para pedagang untuk tetap bertahan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa lokasi baru cenderung sepi pembeli, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan.
Diperkirakan ada ratusan pedagang yang masih beraktivitas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, Disperindag masih mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif guna mencari solusi terbaik tanpa memicu konflik di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....