Lomba Bertutur Kota Malang Tekan Ketergantungan Gadget dan Bangkitkan Minat Baca

  • 29 Apr 2026 07:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak-anak, Pemerintah Kota Malang memilih cara kreatif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus melatih keberanian generasi muda, yakni melalui Lomba Bertutur Tingkat SD se-Kota Malang 2026.

Ajang yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang itu resmi berakhir pada Selasa 28 April 2026 setelah diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dasar.

Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan lomba bertutur menjadi media penting agar anak-anak kembali dekat dengan buku.

“Melalui bertutur, anak-anak akhirnya membaca buku sesuai tema bertutur, yaitu kisah yang ada di Malang atau lokal konten. Ini tentu membutuhkan waktu dan latihan,” katanya, Rabu (29/4/2026)

Menurut Yayuk, respons masyarakat sangat tinggi. Saat pendaftaran dibuka pada 8 April, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 125 siswa, jauh di atas target panitia.

“Animo peserta di luar dugaan, bisa melebihi target. Tentu ini apresiasi yang sangat menggembirakan,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, peserta diminta mengirim video penampilan untuk diseleksi. Sebanyak 50 peserta terbaik lolos ke babak final dan tampil langsung selama dua hari pada 27–28 April.

Tak hanya bercerita, para peserta menunjukkan kreativitas tinggi melalui ekspresi wajah, penghayatan cerita, pengaturan suara, hingga menirukan karakter tokoh dalam cerita rakyat.

“Saya kagum dengan kecakapan anak-anak saat bertutur. Mereka percaya diri dan sangat kreatif menyampaikan pesan cerita,” tutur Yayuk.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan, Linda Desriwati, menjelaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang.

“Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kota Malang ke-112,” jelas Linda.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional melalui APBN 2026.

“Kami berharap kegiatan hari ini sukses dan Kota Malang kembali dipercaya menerima DAK Non Fisik tahun 2027,” tambahnya.

Dalam pengumuman pemenang, Victoria Marta dari SD Kristen Charis keluar sebagai juara pertama dan berhak mewakili Kota Malang ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Posisi kedua diraih Aqhila Arsenio Reynanda dari SDN Kasin, disusul Kenisha Savita Adelinda dari SDN Percobaan 2 di posisi ketiga.

Ajang ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan literasi anak, sekaligus membuktikan bahwa buku dan cerita masih mampu menarik perhatian generasi muda di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....