Gerakan Batu Greenation Menguat, Oro-Oro Ombo Jadi Percontohan Zero Waste Cities
- 28 Apr 2026 05:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dan ECOTON menggelar konsultasi publik terkait pengelolaan sampah. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Batu Greenation menuju kawasan zero waste cities.
Acara yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) ini membahas hasil Analisis Karakteristik Sampah (AKSA) serta sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber. Program ini bertujuan mendorong masyarakat lebih aktif dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Sebanyak 78 peserta dari unsur RT, RW, kepala dusun, kader lingkungan, hingga praktisi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Penandatanganan komitmen bersama juga dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas pihak dalam mendukung keberlanjutan program.
Manager Program Zero Waste ECOTON, Tonis Afrianto, menegaskan pentingnya AKSA sebagai dasar pengelolaan sampah. Ia menyebut data ini menjadi acuan dalam menentukan metode penanganan yang tepat.
“AKSA sebagai data dasar untuk mengetahui jenis sampah dan pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data akan membuat pengelolaan sampah lebih efektif.
Tonis juga menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk mewujudkan kawasan mandiri sampah. Salah satunya adalah kewajiban memilah sampah dari tingkat rumah tangga.
“Jika sampah organik mendominasi, maka perlu infrastruktur seperti rumah kompos dan POC,” jelasnya. Ia menambahkan sistem pengangkutan terpilah juga perlu diterapkan secara konsisten.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan arah kebijakan melalui program Batu Greenation. Program ini menekankan perubahan paradigma pengelolaan sampah dari kumpul-angkut-buang menjadi pilah-olah-sampah.
“Kami mengajak masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara desentralisasi,” terangnya. Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh lokal sebagai penggerak perubahan di masyarakat.
Dian mengungkapkan Kota Batu telah berhasil menurunkan angka sampah secara signifikan. Pada tahun 2025, pengurangan sampah mencapai 64,50 persen dan melampaui target nasional.
Direktur Eksekutif ECOTON, Daru Setyorini, turut menyoroti bahaya plastik sekali pakai bagi kesehatan manusia. Ia mengajak masyarakat beralih ke gaya hidup ramah lingkungan.
“Plastik tidak hanya mencemari lingkungan, tapi juga berbahaya karena mikroplastik sudah masuk ke tubuh manusia,” pungkasnya. Ia mendorong penggunaan kemasan alami dan sistem isi ulang sebagai solusi.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan reward kepada 15 rumah tangga yang konsisten memilah sampah. Kegiatan ini juga menerapkan konsep bebas plastik dengan penggunaan wadah guna ulang.
Melalui program ini, Desa Oro-Oro Ombo diharapkan menjadi percontohan kawasan zero waste di Kota Batu. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional menuju Indonesia bebas sampah pada 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....