Stok Minyakita Menipis, Harga Minyak Goreng Naik

  • 23 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Ketersediaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di sejumlah toko di Kota Blitar dilaporkan masih belum stabil.

Kondisi ini terjadi sejak periode Ramadan dan berlanjut hingga saat ini, membuat produk tersebut sulit ditemukan di beberapa titik penjualan.

Sejumlah pemilik toko kebutuhan pokok mengaku belum menerima pasokan dari distributor dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, rak penjualan yang biasanya terisi kini banyak yang kosong untuk produk Minyakita.

Pemilik toko sembako di wilayah Kepanjenkidul, Budi Setyawan mengatakan distribusi terakhir sudah cukup lama tidak ia terima. Padahal sebelumnya pengiriman dilakukan secara rutin.

"Sudah dari sebelum Lebaran tidak ada kiriman lagi. Biasanya dua minggu sekali bisa masuk sekitar 250 karton, tapi sekarang benar-benar berhenti," ungkapnya, Kamis (23/4/2026).

Karena pasokan tersendat, ia kini hanya mengandalkan minyak goreng kemasan non subsidi untuk memenuhi permintaan konsumen. Namun, harga produk tersebut juga mengalami penyesuaian.

Budi menyebut dalam beberapa pekan terakhir terjadi kenaikan sekitar 5 persen pada minyak goreng kemasan. Harga per karton yang sebelumnya berada di kisaran Rp240.000 kini naik menjadi sekitar Rp250.000.

"Konsumen tetap mencari minyak goreng, jadi kami tetap jual yang ada. Tapi memang harganya sudah berbeda dengan Minyakita," jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar menyebutkan bahwa stok Minyakita sebenarnya masih tersedia, khususnya di pasar tradisional. Distribusi terbaru dari Bulog telah dilakukan kepada para pedagang.

"Di pasar masih ada. Baru saja ada penyaluran, setiap pedagang mendapat sekitar lima karton," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto.

Selain itu, ia juga mencatat adanya penyesuaian harga pada minyak goreng kemasan dua liter yang kini berada di kisaran Rp44.500 hingga Rp45.000 dari sebelumnya sekitar Rp40.000.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah dilaporkan relatif stabil bahkan cenderung turun, yakni sekitar Rp21.000 per liter di tingkat pedagang pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....