Pupuk Organik Cair Jadi Solusi Petani Batu di Hari Bumi 2026
- 23 Apr 2026 06:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pupuk Organik Cair (POC) menjadi harapan baru bagi petani di Kota Batu dalam momentum Hari Bumi 2026. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi bertema transformasi sampah organik digelar di TPS3R Jalibar Berseri, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah, hingga pegiat lingkungan.
Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menyampaikan bahwa petani mulai tertarik beralih ke pertanian organik. Ia berharap pemanfaatan POC dapat memberikan manfaat nyata bagi hasil pertanian.
“Kita berikan POC kepada petani yang ternyata bagus untuk pertumbuhan tanaman, saya berharap bisa bermanfaat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ketua TPS3R Jalibar Berseri, Titik Setyowati, menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik. Ia menyebut POC sebagai hasil nyata dari pemilahan sampah yang memiliki nilai guna tinggi.
“Ini hasil dari sampah yang dipilah, dan sangat bermanfaat bagi kehidupan dan bumi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Kota Batu, Endang Ari Setyoningsih, menjelaskan bahwa POC dapat menjadi alternatif pupuk bagi petani. Pemanfaatan ini juga dinilai mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia.
“Selama ini kita hanya tahu kompos, padahal POC juga bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dua narasumber turut memberikan edukasi kepada peserta. Praktisi lingkungan Heru memaparkan manfaat POC terhadap pertumbuhan tanaman secara optimal.

Selain itu, praktisi lingkungan hidup bidang pengelolaan sampah zero waste cities dari organisasi lingkungan hidup ECOTON, Tonis Afrianto menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia juga mendorong penerapan gaya hidup zero waste untuk mengurangi sampah plastik.
Salah satu Petani, Peteman, mengaku telah merasakan manfaat penggunaan POC. Ia menilai pupuk organik cair mampu menekan biaya produksi pertanian.
“Pupuk organik bisa jadi alternatif dari pupuk kimia yang mahal dan meringankan biaya petani,” terangnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menerapkan konsep ramah lingkungan tanpa plastik sekali pakai. Seluruh sampah organik yang dihasilkan langsung diolah kembali di TPS3R setempat.
Perayaan Hari Bumi ini turut dimeriahkan dengan fashion show dan lomba daur ulang. Kegiatan tersebut menjadi upaya edukasi kreatif dalam mendukung gerakan pengurangan sampah di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....