Cegah Banjir, Warga Hulu Brantas Tanam Pohon
- 13 Apr 2026 09:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya mencegah banjir bandang di kawasan hulu Sungai Brantas terus diperkuat melalui kolaborasi warga dan berbagai pihak. Yayasan Nawadya Cita Nusantara menggelar Diklat Rumat Sumber bertema “Menjaga Air Merawat Budaya” di Desa Bulukerto dan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada 11–12 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan kader rumat sumber, lembaga adat desa, kelompok tani hutan, hingga tokoh masyarakat. Fokus utama pelatihan adalah mengembalikan fungsi kawasan tangkapan air melalui gerakan penanaman pohon.
Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, mengingatkan bahwa bencana banjir bandang bukan hal baru. “Ada folklore yang berkembang secara turun-temurun, banjir serupa terjadi 100 tahun lalu,” ujarnya.
Banjir bandang yang terjadi lima tahun lalu di Bulukerto bahkan menewaskan tujuh orang. Salah satu penyebab utamanya adalah alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian sayur.
Kini, warga mulai beralih menanam tanaman keras seperti kopi dan alpukat. Langkah ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga ketersediaan air di kawasan hulu.
Sementara Ketua Kaliku Lestari Nusantara, Sugeng Widodo, menilai fenomena banjir di dataran tinggi Batu sebagai kondisi yang tidak wajar. “Mengembalikan nyawa air dengan menanam pohon. Menjaga warisan leluhur,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memulihkan kawasan hutan lindung yang telah rusak. Selain mencegah banjir, upaya ini juga bertujuan menghidupkan kembali sumber mata air yang mulai menyusut.
Sugeng menambahkan, gerakan penanaman pohon harus diikuti dengan perawatan berkelanjutan. “Perlu bergotong royong menanam dan merawat pohon agar tetap tumbuh,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....