Modus Baru, Pil LL Diselundupkan lewat Nasi
- 18 Mar 2026 19:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Upaya penyelundupan pil terlarang ke dalam Lapas Kelas IIB Blitar kembali digagalkan petugas. Kali ini, pelaku menggunakan modus tak biasa dengan mencampurkan ratusan pil LL ke dalam nasi yang dibawa saat jam kunjungan, Selasa (17/3/2026).
Aksi tersebut terendus saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan pengunjung. Kecurigaan muncul ketika satu kotak nasi tampak tidak wajar.
Setelah diperiksa lebih teliti, petugas menemukan ratusan butir pul yang disisipkan di dalam nasi tersebut.
Barang bukti langsung diamankan sebelum sempat masuk ke area blok hunian warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, makanan itu diduga hendak diberikan kepada narapidana kasus narkotika.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Blitar Fathah Dien Akbar mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari ketelitian dan insting petugas di lapangan. Menurutnya, menjelang Idulfitri, intensitas kunjungan meningkat sehingga potensi penyelundupan juga ikut naik.
"Petugas kami selalu siaga dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Modus seperti ini memang sengaja dibuat untuk mengelabui, namun berhasil kami gagalkan," kata dia, Rabu (18/3/2026).
Dari penelusuran sementara, terdapat dugaan keterlibatan sejumlah warga binaan yang memesan pil tersebut untuk diedarkan di dalam lapas. Pihak lapas kini masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Romi Novitrion, mengapresiasi kinerja jajarannya yang sigap mencegah masuknya barang terlarang. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperketat pengawasan demi menjaga keamanan dan ketertiban.
"Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen menindak tegas setiap upaya penyelundupan barang terlarang demi mewujudkan Lapas Blitar yang bersih dari narkoba dan pelanggaran lainnya," tegasnya.
Romi menambahkan kasus ini juga telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk penyelidikan lanjutan, termasuk menelusuri asal-usul pil LL dan jaringan yang terlibat. Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada aparat berwenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....