Antre Dua Jam, Warga Tak Kebagian Sembako Murah
- 09 Mar 2026 21:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Harapan mendapatkan sembako murah pupus bagi sebagian warga dalam program pasar murah Pemerintah Kota Malang Senin 9 Maret 2026 di Kecamatan Lowokwaru. Kuota terbatas membuat sejumlah masyarakat pulang dengan tangan kosong meski sudah mengantre lama.
Ayu, warga Kendalsari, mengaku datang sejak pagi menggunakan sepeda setelah mendapat informasi adanya pasar murah dari temannya. Ia bahkan langsung menuju lokasi setelah mengantar anaknya sekolah.
Namun setelah menunggu cukup lama di antrean, paket sembako yang disediakan sudah habis dibagikan kepada pembeli lain.
“Kehabisan. Saya sudah antre dua jam tapi enggak dapat,” ujarnya.
Menurut Ayu, program pasar murah sebenarnya sangat membantu masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia berharap bantuan seperti ini bisa lebih tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harusnya dipilih dari tiap kampung yang memang tidak mampu membeli beras,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pasar murah digelar untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Pasar murah ini salah satunya untuk menekan inflasi dan mengurangi permintaan di pasar supaya harga tidak naik,” ujar Eko.
Dalam program tersebut, setiap kecamatan mendapat kuota sekitar 1.300 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula. Paket itu dapat ditebus masyarakat dengan harga sekitar Rp50 ribu, jauh lebih murah dibanding harga normal sekitar Rp150 ribu.
Pasar murah dijadwalkan berlangsung di lima kecamatan di Kota Malang secara bergiliran dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 08.00 WIB di kantor kecamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....