Damkar Pasuruan Catat 75 Kebakaran, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan
- 22 Jul 2026 08:52 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pasuruan mencatat sebanyak 75 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Mayoritas kebakaran terjadi di lahan terbuka yang ditumbuhi rumput, ilalang, maupun tanaman tebu.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasuruan, Bambang, mengatakan sekitar 85 persen kejadian kebakaran yang ditangani berasal dari lahan terbuka.
"Paling banyak kebakaran lahan terbuka yang banyak ilalang, rumput maupun tebu," kata Bambang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Bambang, tingginya angka kebakaran lahan dipicu oleh kebiasaan sebagian masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara membakar vegetasi kering tanpa pengawasan. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan api meluas dan merembet ke area lain, termasuk permukiman warga.
Meski demikian, hingga saat ini seluruh kejadian kebakaran yang ditangani belum sampai menjalar ke kawasan permukiman.
"Penyebabnya kebanyakan karena kurangnya pemahaman pembersihan lahan. Maksudnya, habis dibakar tapi kemudian dibiarkan begitu saja," imbuhnya.
Dalam mendukung penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Pasuruan memiliki 50 personel yang terbagi dalam tiga regu. Setiap regu beranggotakan sekitar 15 personel yang bertugas secara bergantian selama 24 jam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain sumber daya manusia, Damkar Kabupaten Pasuruan juga didukung delapan unit kendaraan pemadam kebakaran. Namun, dua unit di antaranya saat ini tidak dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan.
"Kalau kendaraan kami ada 8 unit. Tapi 2 kendaraan dalam kondisi rusak, dan 6 kendaraan lainnya ready 24 jam," singkatnya.
Menyikapi tingginya jumlah kebakaran lahan, Bambang mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.
"Kalau terpaksa dibersihkan dengan cara dibakar, ya pastikan aman, ada orang menunggui sampai selesai. Bukan didiamkan kemudian ditinggal," harapnya.
Selain mengingatkan masyarakat, Damkar Kabupaten Pasuruan juga meminta pemerintah desa dan kelurahan lebih aktif melakukan edukasi kepada warga, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
"Saya minta wilayah ikut mengawasi warganya dan memberikan edukasi agar tidak membakar sampah. Kalau perlu dibuat surat edaran melalui masing-masing kelurahan," tegasnya.
Damkar Kabupaten Pasuruan berharap langkah edukasi dan pengawasan yang lebih intensif dapat menekan angka kebakaran lahan sekaligus mencegah potensi kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....