Macet 6 jam, Ratusan Warga Alastlogo Blokade Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo
- 23 Jul 2026 19:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - 6 jam, Jalan Raya Pantura Pasuruan–Probolinggo, Kamis 23 Juli 2026 siang macet total.
Penyebabnya adalah demo ratusan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Mereka turun ke jalan dan memblokade penuh ruas jalan dari arah Pasuruan - Probolinggo dan arah sebaliknya.
Aksi mereka merupakan bentuk protes setelah rentetan peluru nyasar yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer kembali menghantam permukiman warga.
Warga mengaku sudah tidak sanggup lagi hidup dalam bayang-bayang ancaman proyektil yang beberapa kali jatuh di sekitar rumah mereka.
Bahkan, insiden yang kembali terjadi pada Kamis pagi membuat masyarakat mengistilahkan kondisi tersebut sebagai “hujan peluru”.
"Kami tidak bisa hidup seperti ini terus. Kami dibayang-bayangi rasa was-was khawatir ada peluru nyasar lagi ke rumah warga," ucap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.
Di tengah aksi tersebut, dua anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono dan Sugiyanto, datang menemui warga dan ikut duduk bersama massa aksi di badan jalan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi masyarakat.
Eko Suryono mengatakan, kehadirannya bersama Sugiyanto merupakan bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Saya dan Pak Sugiyanto datang untuk memenuhi panggilan rakyat. Hari ini masyarakat sedang dalam penderitaan karena setiap saat dihantui peluru nyasar. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada warganya,” ujar politisi Partai NasDem ini.
Menurut Eko, dalam dua hari terakhir sejumlah rumah warga kembali menjadi sasaran proyektil.
Kondisi itu membuat masyarakat mengibaratkan desanya sedang mengalami “hujan peluru”.
“Hari ini sejak pagi masih terjadi. Warga sampai menyebutnya hujan peluru. Ini menjadi tanggung jawab negara untuk hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, tuntutan warga sebenarnya tidak berlebihan. Mereka hanya ingin dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Masyarakat hanya ingin diperlakukan sebagai warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan. Mereka tidak ingin lagi ada peluru yang melintas di dekat rumah, apalagi mengancam keselamatan anak-anak. Itu harapan yang sangat sederhana dan harus dijawab oleh negara,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), sedikitnya empat rumah warga di Desa Alastlogo dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer di kawasan Puslatpur.
Proyektil ditemukan menancap di tembok rumah, merusak genting hingga mengenai kandang ternak milik warga. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Peristiwa yang kembali berulang itu memicu kemarahan warga hingga akhirnya memilih memblokade jalur Pantura sebagai bentuk desakan agar ada langkah nyata untuk menjamin keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan latihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....