Dishub Kabupaten Malang Kaji Angkutan Desa menjadi Transportasi Sekolah
- 09 Mar 2026 14:37 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dishub Kabupaten Malang mengkaji pengalihan angkutan pedesaan menjadi transportasi angkutan bus sekolah.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Tri Hermanto, mengatakan jumlah angkutan pedesaan di wilayah Kabupaten Malang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas di sejumlah terminal.
Ia menjelaskan, saat ini sebagian terminal tetap dirawat meski jumlah kendaraan yang masuk semakin sedikit. Kebijakan penghapusan retribusi terminal juga telah diterapkan agar angkutan tetap mau masuk dan beroperasi.
Menurut Tri, dari ratusan kendaraan yang sebelumnya beroperasi, kini hanya tersisa puluhan unit yang masih aktif melayani masyarakat di sejumlah wilayah potensial.
“Ya kalau hal itu pasti berdampak mas, artinya terminal itu kan tempat untuk perpindahan penumpang. Kalau angkutannya juga semakin sedikit berarti kan yang akan berpindah juga semakin sedikit,” jelasnya, Senin 9 Maret 2026.
Ia menyebut angkutan pedesaan masih bertahan di beberapa kecamatan seperti Kepanjen, kawasan Gunung Kawi, Singosari, Lawang, hingga sebagian wilayah Tumpang dan Gondanglegi.
Tri menilai menurunnya jumlah angkutan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia kendaraan yang sudah tua, sistem trayek yang dinilai kurang fleksibel, hingga pendapatan sopir yang semakin menurun. Kondisi tersebut membuat sebagian pengusaha angkutan tidak lagi berminat mengoperasikan kendaraannya.
“Rangkaiannya itu saling mengkait semua, pertama memang kendaraan usianya sudah tua, yang kedua tidak fleksibel seperti yang tidak dalam trayek tadi. Nah, dia kan harus seperti itu. Terus yang ketiga, juga pendapatannya menurun,” katanya.
Untuk menjaga keberlangsungan angkutan yang tersisa, Dishub memberikan dukungan berupa kelengkapan kendaraan seperti papan jurusan, identitas pengemudi, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mengkaji kemungkinan pengalihan fungsi angkutan pedesaan menjadi angkutan sekolah.
“Ada wacana seperti itu. Kemarin Pak Kadin kami juga ada wawancara terkait pengalihan angkutan perdesaan untuk mendukung angkutan sekolah. Tapi masih kita kaji. Itu salah satu bentuk terobosan kalau memang nanti pemerintah daerah mendukung untuk optimalisasi angkutan perdesaan yang ada,” ujarnya.
Namun, rencana peremajaan kendaraan masih belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....