UB Kirim Bantuan Medis dan Logistik untuk Korban Bencana NTT

  • 21 Agt 2026 12:05 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Bantuan untuk korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan bantuan medis dan logistik untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana.
Bantuan diberangkatkan dari Gedung Tim Emergensi dan Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran UB sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang dilakukan secara bertahap.

Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD, K-Ger mengatakan, sebelumnya UB telah mengirimkan tim asesmen untuk memetakan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Kemarin kita sudah memberangkatkan dua orang dokter dan satu orang perawat yang bertugas melakukan asesmen cepat tentang situasi, kondisi, dan kebutuhan apa yang diperlukan di sana. Hari ini logistiknya diberangkatkan,” ungkap Sri Soenarti, Jumat (21/8/2026).

Pada tahap kedua, UB mengirimkan satu unit ambulans, satu unit mobil Hilux 4x4, serta sepeda motor trail untuk mendukung mobilisasi tim di wilayah terdampak. Bantuan utama berupa bahan medis habis pakai (BMHP), disertai tenda, matras, sleeping bag, sembako, makanan siap makan, dan perlengkapan memasak.

“Rencana yang paling besar adalah bahan medis habis pakai,” kata dosen Fakultas Kedokteran UB tersebut.

Logistik yang dikirim akan digunakan untuk mendukung pelayanan di RSUD Ruteng dan rumah sakit lapangan yang dibentuk Kementerian Kesehatan. Tim UB juga akan menyisir sejumlah puskesmas terdampak serta memberikan pelayanan secara jemput bola ke tenda-tenda pengungsian di sekitar Kabupaten Manggarai.

"Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan arahan penanggung jawab kesehatan setempat serta hasil asesmen kebutuhan di lapangan," tuturnya.

Salah satu tantangan dalam pengiriman bantuan adalah keterbatasan tiket kapal akibat tingginya mobilitas relawan menuju NTT. Meski demikian, UB masih memperoleh ruang untuk memberangkatkan kendaraan operasional.

“Tantangannya yang pertama adalah tiket kapal karena banyak relawan yang ke sana. Tapi alhamdulillah ternyata kita masih ada space untuk kendaraan besar bisa masuk,” katanya.



Selain bantuan berupa barang, UB juga menyiapkan dukungan dana yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan logistik secara langsung di wilayah terdampak. Skema tersebut dinilai lebih fleksibel mengingat kapasitas angkutan kapal terbatas dan kebutuhan masyarakat dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

"Harapannya bantuan tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat bencana," kata dia.

Setelah pengiriman logistik, misi kemanusiaan UB akan berlanjut pada tahap berikutnya dengan pemberangkatan tenaga kesehatan. Tim juga akan diperkuat relawan yang memiliki kompetensi psychological first aid untuk mendukung kebutuhan psikologis masyarakat terdampak.

Respons kemanusiaan tersebut merupakan kolaborasi sivitas akademika dan pimpinan UB dengan melibatkan Fakultas Kedokteran UB, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB), serta Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....