Keterangan Disperindag Soal Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram
- 28 Feb 2026 15:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar masih menelusuri penyebab sulitnya warga mendapatkan elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Padahal, menjelang Imlek hingga awal Ramadan 2026, kuota tabung bersubsidi tersebut sudah ditambah.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menjelaskan pihaknya telah mengajukan tambahan 6.700 tabung elpiji 3 kilogram kepada Pertamina saat libur panjang Februari lalu. Tambahan tersebut telah disalurkan pada 17–20 Februari 2026 sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
"Kalau melihat data distribusi, pasokan seharusnya aman. Bahkan sudah kami tambah saat momen libur. Itu sebabnya kami juga mempertanyakan jika sekarang muncul keluhan kelangkaan," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Ia memaparkan, saat ini terdapat 245 pangkalan aktif yang tersebar di 188 RW se-Kota Blitar. Setiap pangkalan menerima 25 hingga 50 tabung per pengiriman, dengan jadwal dua sampai tiga kali dalam sepekan. Secara hitungan kuota, jumlah tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan warga.
Namun, Disperindag tidak menutup kemungkinan adanya lonjakan konsumsi menjelang Ramadan. Kebutuhan rumah tangga meningkat untuk memasak sahur dan berbuka. Selain itu, pedagang takjil musiman juga mulai bermunculan sehingga turut mendongkrak permintaan elpiji 3 kilogram.
"Kami memahami ada peningkatan kebutuhan. Tapi secara distribusi masih dalam batas wajar dan sudah diantisipasi dengan tambahan kuota,” jelasnya.
Parminto menegaskan, elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Mekanisme pembelian kini juga lebih terkontrol karena harus sesuai identitas dan data penerima.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji melon, baik di pangkalan maupun pengecer. Stok disebut cepat habis meski baru saja datang.
Disperindag memastikan akan memperketat pemantauan di lapangan guna memastikan distribusi berjalan merata dan tidak terjadi penumpukan maupun potensi penyimpangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....