Inovasi Kompor Limbah Warga Blitar saat Elpiji Sulit
- 22 Apr 2026 16:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Di tengah kelangkaan gas elpiji yang masih dirasakan sebagian masyarakat, muncul solusi kreatif dari Kabupaten Blitar. Seorang warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, menciptakan kompor alternatif dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan bakar utama.
Inovasi tersebut digagas oleh Andi, yang mengolah oli bekas dan minyak goreng sisa menjadi sumber energi untuk memasak. Ide ini berawal dari kesulitan mendapatkan elpiji, sehingga mendorongnya mencari cara agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi.
"Karena gas sering sulit didapat, saya coba manfaatkan bahan yang ada di sekitar," ujar Andi, Rabu (22/4/2026).
Kompor buatannya dirancang sederhana menggunakan rangka besi dengan sistem pembakaran di bagian tengah. Meski berbahan bakar limbah, api yang dihasilkan stabil dan berwarna biru, sehingga aman dan nyaman digunakan layaknya kompor gas.
"Dalam sekali pengisian, kompor ini mampu digunakan hingga setengah hari. Ketahanan tersebut dinilai cukup efisien untuk kebutuhan memasak harian, terutama bagi keluarga yang ingin menghemat pengeluaran," katanya.
Selain itu, bahan bakar yang digunakan juga mudah diperoleh. Oli bekas dari bengkel maupun minyak jelantah rumah tangga kini memiliki nilai guna baru, sekaligus membantu mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Inovasi ini pun mulai menarik perhatian masyarakat luas. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Blitar, tetapi juga dari luar daerah hingga luar pulau. Andi mengaku pernah mengirim kompor buatannya ke Kalimantan Timur.
Dengan harga sekitar Rp450 ribu per unit, kompor ini menjadi alternatif yang cukup terjangkau di tengah kondisi pasokan elpiji yang belum stabil.
"Temuannya bisa menjadi solusi bagi masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada gas elpiji, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....