Harga Cabai Berangsur Turun, Diskopindag Siapkan Operasi Pasar
- 27 Feb 2026 14:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Harga cabai di sejumlah pasar di Kota Malang mulai menunjukkan tren penurunan, meski masih terjadi fluktuasi akibat stok lama pedagang dan keterbatasan pasokan dari daerah penghasil. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan terus memantau pergerakan harga jelang Ramadan dan Lebaran.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bunulrejo, Jumat (27/2/2026), harga cabai rawit tercatat Rp85.000 per kilogram, bahkan harga ambil mencapai Rp87.000 per kilogram. Pasokan dari Temanggung, Jawa Tengah, dilaporkan terbatas sehingga memengaruhi harga di tingkat pedagang. Sementara itu, di Pasar Madyopuro harga cabai berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menyebut harga cabai sebenarnya sudah turun dibanding sebelumnya yang sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram.
“Lombok sudah turun banyak itu, dari 100. Sekarang 80, bahkan ada yang 70 sampai 75,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan harga di tiap pasar dipengaruhi stok lama yang masih dihabiskan pedagang. Pedagang yang kulakan saat harga tinggi cenderung menjual dengan harga lama sebelum menyesuaikan dengan harga terbaru.
“Biasanya pedagang menghabiskan stok lama dulu. Kalau sudah kulakan baru, harganya ikut turun,” jelasnya.
Sementara itu, untuk komoditas lain seperti telur dan ayam relatif stabil. Harga telur ayam broiler di Pasar Madyopuro Rp30.000 per kilogram, sedangkan ayam broiler Rp39.000 per kilogram dan di Pasar Bunulrejo Rp38.000 per kilogram. Untuk sayuran seperti tomat, wortel, dan buncis juga dilaporkan stabil.
Diskopindag juga menunggu dampak program “Aksi Guyur Cabe” dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berlangsung selama dua minggu mulai 20 Februari 2026. Program tersebut menugaskan daerah surplus untuk mendistribusikan cabai ke wilayah defisit.
“Setelah mulai ‘Aksi Guyur Cabe’ itu harga berangsur turun. Stoknya sudah banyak sekarang,” kata Luh Eka.
Meski demikian, Diskopindag tetap menyiapkan langkah antisipasi jika harga kembali melonjak. Salah satunya dengan menggelar Operasi Pasar dan pasar murah yang direncanakan awal Maret 2026, menyesuaikan perkembangan harga komoditas strategis, terutama cabai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....