Wajah Baru Alun-alun Kota Malang
- 30 Jan 2026 15:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menjelaskan pengelolaan serta perawatan Alun-Alun Kota Malang pascarevitalisasi yang didukung dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim. Revitalisasi tersebut mencakup pembangunan air mancur baru, playground, toilet ramah disabilitas, ruang laktasi, ruang informasi, serta perbaikan fasilitas Satpol PP, tugu buku, dan perpustakaan.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP, menyampaikan bahwa fasilitas playground kini diperluas dan dilengkapi wahana baru dengan standar keamanan yang lebih baik.
“Playground tidak hanya diperlebar, tetapi juga ditambah wahana baru. Perbaikan alas lantai dibuat lebih aman, besi pagar diganti, dan perawatannya menggunakan cat yang aman untuk anak-anak,” jelasnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Jumat(30/1/2026).
Gamaliel juga menegaskan bahwa area bermain anak dilengkapi papan aturan dengan batas usia di atas tiga tahun. Anak di bawah usia tersebut wajib didampingi orang tua secara ketat
Sementara itu, konsep air mancur juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya berupa kolam yang hanya dapat dilihat, kini air mancur dapat dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air pada jam tertentu. “Sekarang air mancur bisa dinikmati dan digunakan anak-anak untuk mandi, tetapi dengan pengaturan waktu yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Pengaturan operasional air mancur dilakukan di luar jam ibadah Masjid Jami’. Anak-anak diperbolehkan bermain air pada pukul 08.00–11.00 WIB, 13.00–14.00 WIB, 16.00–17.00 WIB, serta 20.00–21.30 WIB. Pada malam hari, pengunjung tidak diperbolehkan bermain air di sekitar air mancur.
DLH juga mengatur penempatan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Untuk sementara, area dalam alun-alun masih disterilkan dari PKL. Parkir kendaraan ditempatkan di Jalan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Kantor Pos.
“Sambil menunggu rencana penataan PKL satu kawasan dengan Kayutangan Heritage, Alun-Alun, Jalan Majapahit, Pasar Burung, dan Pasar Ikan, untuk hari Sabtu PKL akan diatur sementara di sisi kanan Jalan Merdeka,” terang Gamaliel.
Terkait perawatan, DLH melakukan pemeliharaan rutin meskipun adanya efisiensi anggaran tahun 2026, termasuk di sektor ruang terbuka hijau dan taman. Saat ini, terdapat 15 personel inti DLH yang bertugas di Alun-Alun Kota Malang, ditambah personel untuk taman dan hutan kota lainnya. “Di Kota Malang terdapat sekitar 96 hutan kota dan taman yang membutuhkan perawatan harian, sehingga perawatan rutin seperti pembersihan tetap dilakukan,” katanya.
DLH juga menyampaikan rencana pemasangan pagar non permanen demi keamanan pengunjung, dengan akses masuk dari sisi selatan dan barat alun-alun. Di sisi lain, Satpol PP telah menempatkan sekitar 20 personel lengkap dengan CCTV dan layanan informasi.
Fasilitas toilet di alun-alun tidak dipungut tarif, namun pengunjung diperkenankan memberikan sumbangan sukarela untuk operasional penjagaan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari. Tempat sampah juga telah disediakan di beberapa sudut alun-alun.
“Kami berharap masyarakat selalu menjaga keamanan dan kebersihan. Keamanan dimaksud, apabila membawa anak-anak, agar selalu berada dalam pengawasan orang tua. Sementara untuk kebersihan, masyarakat diimbau membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Begitu pula dengan parkir, agar mengikuti arahan petugas yang berada di lokasi,” pungkasnya. (Annisa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....