Hal-Hal yang Membatalkan Puasa dan Keutamaan Ramadan

  • 22 Feb 2026 07:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Ustadz Khafidz Murtaji juga menguraikan secara rinci berbagai hal yang dapat membatalkan puasa serta menjelaskan keutamaan ibadah di bulan Ramadan berdasarkan dalil dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tersebut disampaikan dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Minggu (22/2/2026), sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat agar menjalankan puasa sesuai tuntunan syariat dan meraih keberkahan Ramadan secara optimal.

Terkait hal yang membatalkan puasa, ia merinci antara lain Makan dan minum dengan sengaja, Hubungan suami istri di siang hari dan Memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh secara sengaja.

Ia lalu mencontohkan, sisa makanan di sela gigi tidak boleh ditelan. Jika tertelan dengan sengaja, maka puasa batal. Demikian pula air saat berkumur atau berwudhu tidak boleh ditelan.

Jika gusi berdarah saat sikat gigi, darah tidak boleh tertelan dan harus dibersihkan.

Namun, jika makan atau minum karena lupa, puasa tetap sah sebagaimana hadis:

“Man nasiya wa huwa shāimun fa akala aw syariba falyutimma shaumahu fa innamā ath‘amahuLlāhu wa saqāh.”

“Barang siapa lupa sedang ia berpuasa lalu makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Khafidz Murtaji lantas menerangkan, anak usia 6–7 tahun boleh dilatih berpuasa sebagai bagian dari pendidikan (tarbiyah). Namun, kewajiban baru berlaku setelah baligh.

Selain itu, Ustadz Khafidz menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Ia mengutip sabda Nabi:

“Man shāma Ramadhāna īmānan wahtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzambih.”

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ia menambahkan, berbagai amal seperti salat tarawih dan sedekah di bulan Ramadan menjadi sebab diampuninya dosa.

“Ramadan adalah momentum perbaikan diri. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk ketakwaan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....