Kuliner Fusion Kian Populer di Malang, Dimsum Mentai Jadi Pilihan Anak Muda

  • 06 Jun 2026 17:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perkembangan kuliner di Kota Malang menunjukkan tren yang semakin dinamis di kalangan generasi muda. Salah satu yang tengah populer adalah dimsum dengan sentuhan saus mentai yang kini banyak ditemukan di berbagai kedai makanan, termasuk Taka Kopitiam yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta PTP I No.1, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Perpaduan cita rasa tradisional Tiongkok dengan sentuhan modern ini menjadi bagian dari tren fusion food yang digemari Gen Z karena dianggap praktis, estetik, dan inovatif.

Dimsum sendiri merupakan makanan tradisional yang berasal dari wilayah Guangdong atau Kanton, Tiongkok Selatan. Hidangan ini awalnya hadir dalam tradisi yum cha atau minum teh yang telah berkembang ratusan tahun, di mana dimsum disajikan dalam porsi kecil sebagai pendamping teh dan menjadi bagian dari budaya kebersamaan masyarakat Tiongkok.

Seiring perkembangan zaman, dimsum tidak hanya bertahan sebagai kuliner tradisional, tetapi juga mengalami berbagai inovasi rasa. Salah satu yang kini populer adalah penggunaan saus mentai, saus berbahan dasar mayones dan ikan yang memiliki cita rasa gurih, creamy, dan sedikit manis. Kombinasi ini kemudian melahirkan menu dimsum mentai yang banyak digemari masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Malang.

Di Taka Kopitiam, dimsum mentai disajikan dalam bentuk dimsum kukus yang diberi topping saus mentai berwarna oranye dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang kuat. Dalam satu porsi, pengunjung dapat menikmati beberapa potong dimsum dengan saus yang cukup melimpah, menjadikannya salah satu menu favorit, terutama di kalangan anak muda yang datang untuk bersantai atau nongkrong.

Salah satu pengunjung, Arief (32) , mengaku menyukai perpaduan rasa dan tekstur yang ditawarkan menu tersebut.

“Rasanya enak, saus mentainya creamy tapi tetap ringan. Untuk dimsum-nya saya suka karena terasa jelas cacahan udang dan ayamnya saat digigit bukan yang banyak tepungnya ya ini sih isiannya terasa padat dengan tekstur yang tetap lembut. Cocok buat camilan sekaligus temen ngopi atau kalau lagi tidak ingin makan berat. Satu porsinya juga pas, isinya tiga dimsum,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Malang, Jumat (05/06/2026).

Pengunjung lainnya Dina (29) menilai menu ini sesuai dengan selera anak muda yang gemar mencoba makanan kekinian dengan tampilan menarik.

“Menunya menarik dan memang lagi tren. Sekarang banyak dimsum yang pakai saus mentai. Saya sebagai pecinta dimsum jadi sering ke sini, dan setiapkali datang pasti pesannya ya dimsum mentai ini. Sausnya juga melimpah, pas banget sih ini di lidah saya ,” katanya.

Fenomena meningkatnya popularitas dimsum mentai di Malang tidak terlepas dari tren fusion food yang menggabungkan kuliner tradisional dengan sentuhan modern. Tren ini juga didorong oleh perubahan pola konsumsi generasi muda yang cenderung mencari makanan dengan cita rasa unik, harga terjangkau, serta tampilan visual yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana makanan tradisional dapat beradaptasi dengan selera zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Dimsum yang berasal dari tradisi yum cha kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban yang lebih modern.

Selain itu, kehadiran menu seperti dimsum mentai juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kuliner di Kota Malang. Inovasi menu membantu UMKM memperluas pasar dan menjangkau konsumen baru, khususnya generasi muda yang menjadi segmen potensial industri makanan dan minuman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat terus bertahan dan berkembang melalui inovasi rasa dan penyajian, sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu kota kreatif di bidang kuliner di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....