Peserta JKN Aktif Bisa Manfaatkan Skrining Pap Smear tanpa Biaya

  • 07 Okt 2026 10:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perempuan yang berstatus aktif dapat memanfaatkan layanan skrining Pap Smear tanpa biaya sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim.

Staff Promotif Preventif BPJS Kesehatan Cabang Malang, Novita Ayu Gayatri menyampaikan hal tersebut dalam dialog interaktif di Pro 4 RRI Malang, Selasa (6/10/2026). Ia mengatakan, layanan ini perlu dimanfaatkan masyarakat karena deteksi dini dapat membantu menemukan adanya kelainan pada sel leher rahim sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Khususnya peserta JKN aktif, tidak akan ada biaya. Jadi sangat penting sekali bagi perempuan untuk memanfaatkan skrining ini, walaupun merasa sehat,” kata Novita.

Menurut Novita, peserta yang ingin melakukan skrining dapat memulai prosesnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP. Layanan tersebut dapat diakses di puskesmas, klinik pratama maupun praktik mandiri dokter yang menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Peserta terlebih dahulu mengisi skrining kesehatan. Dalam proses tersebut terdapat sejumlah pertanyaan, salah satunya mengenai riwayat hubungan seksual. Peserta yang memenuhi kriteria dapat kemudian menjalani pemeriksaan Pap Smear.

“Alurnya bisa datang ke FKTP, puskesmas, klinik pratama, praktik mandiri dokter, kemudian mengisi skrining. Salah satunya apakah pernah berhubungan seksual. Jika pendaftar menjawab iya, maka bisa dilakukan Pap Smear,” jelasnya.

Pap Smear dilakukan dengan mengambil sedikit sampel dari area leher rahim untuk mengetahui adanya sel-sel yang abnormal. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui apakah seorang perempuan memiliki risiko sehingga dapat dilakukan penanganan lebih dini.

Novita juga mengimbau peserta yang status JKN-nya tidak aktif untuk mengaktifkan kepesertaan terlebih dahulu sebelum memanfaatkan layanan tersebut. Sebab, layanan skrining tanpa biaya dalam Program JKN ditujukan bagi peserta yang memenuhi ketentuan dan berstatus aktif.

“Kalau misalnya peserta tidak aktif, lebih baik diaktifkan dulu JKN-nya,” ujarnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan secara umum di luar kepesertaan JKN, biaya Pap Smear dapat berbeda-beda tergantung fasilitas atau laboratorium yang memberikan layanan.

Novita memahami masih ada perempuan yang merasa khawatir atau enggan menjalani pemeriksaan karena menganggap proses Pap Smear tidak nyaman. Namun, ia menegaskan bahwa rasa tidak nyaman tersebut hanya berlangsung singkat.

“Prosesnya memang tidak nyaman, tetapi sangat sebentar prosesnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sel abnormal dan segera ditangani, kondisi tersebut dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih parah. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunggu munculnya gejala untuk melakukan pemeriksaan.

“Walaupun merasa sehat, skrining tetap penting. Kalau ditangani lebih cepat, bisa langsung sembuh,” ujar Novita.

BPJS Kesehatan Cabang Malang berharap informasi mengenai skrining Pap Smear dalam Program JKN semakin diketahui masyarakat. Peningkatan kesadaran diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk melakukan deteksi dini dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....