Kemenkes Gencarkan Skrining TBC melalui Pemeriksaan Mobile X-Ray
- 27 Agt 2026 13:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui deteksi dini dan skrining aktif di masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran TBC yang masih menjadi salah satu ancaman serius terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Upaya skrining juga dilakukan di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, melalui pemeriksaan Mobile X-Ray TBC, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Arjuno dan melibatkan pihak Kelurahan Penanggungan, kader Posyandu, serta tenaga medis.
Pemeriksaan diprioritaskan bagi warga yang berdomisili di Kelurahan Penanggungan, terutama mereka yang memiliki kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TBC.
Selain itu, sasaran pemeriksaan mencakup masyarakat yang mengalami gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas. Pemeriksaan juga menyasar anak berusia lebih dari tiga tahun dengan status gizi kurang, serta masyarakat dengan riwayat diabetes melitus dan HIV.
Untuk mengikuti pemeriksaan, warga terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui kader kesehatan di wilayah masing-masing dan membawa fotokopi KTP atau KK saat pelaksanaan.
Plt. Kasi PM Kelurahan Penanggungan, Andik Kuswoyo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini TBC.
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, khususnya TBC. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi apabila ditemukan lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat, TBC dapat diobati dan disembuhkan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi memburuk untuk memeriksakan kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Jangan menunggu sakit menjadi parah baru memeriksakan diri. Lebih baik mengetahui lebih awal daripada terlambat. Pemeriksaan kesehatan bukan berarti seseorang sedang sakit, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri dan keluarga,” katanya.
Andik berharap kegiatan skrining dapat mendorong masyarakat lebih terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus membantu menemukan kasus TBC sedini mungkin.
“Sehat diri kita, sehat keluarga kita, sehat lingkungan kita,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....