UB Wajibkan Tes NAPZA bagi Mahasiswa Baru

  • 05 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Universitas Brawijaya (UB) mewajibkan seluruh calon mahasiswa baru (camaba) program studi nonkesehatan mengikuti tes NAPZA sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus. Pemeriksaan tersebut digelar bersamaan dengan skrining kesehatan mental dan pengambilan jas almamater di Gedung Samantha Krida, 3–7 Agustus 2026.

Direktur Klinik Universitas Brawijaya, drg. Miftachul Cahyati, Sp.PM mengatakan, tes NAPZA merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini potensi penyalahgunaan narkoba sebelum mahasiswa memulai aktivitas akademik.

"Tes NAPZA memang dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya sebagai langkah pencegahan agar kampus dapat mengidentifikasi lebih awal apabila terdapat potensi permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan," ungkapnya, Rabu (5/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan melalui sampel urine dengan tiga parameter, yakni Amphetamine (AMP), Methamphetamine, dan Benzodiazepine. Tes ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru dari program studi nonkesehatan, sedangkan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Ilmu Kesehatan menjalani pemeriksaan kesehatan tersendiri di Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Menurut Miftachul, pelaksanaan tes tahun ini juga menandai kembalinya sistem pemeriksaan terpusat di kampus setelah sebelumnya sempat dilakukan di fasilitas kesehatan masing-masing daerah selama pandemi COVID-19.

"Dulu pemeriksaan dilaksanakan serentak di UB. Saat pandemi COVID-19 dialihkan ke fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat di daerah asal mahasiswa. Sekarang karena situasi sudah normal, pelaksanaannya kembali dipusatkan di Universitas Brawijaya," jelasnya.

UB menyiapkan alur pemeriksaan yang terintegrasi dengan skrining kesehatan mental dan pengambilan jas almamater. Setelah mengikuti skrining kesehatan mental di Auditorium Parandhita, mahasiswa melakukan registrasi dan pemindaian barcode kartu mahasiswa sementara untuk memperoleh wadah sampel urine. Setelah sampel diperiksa dan proses administrasi selesai, mahasiswa baru dapat mengambil jas almamater.

"Selama belum mengikuti tes NAPZA, mahasiswa belum dapat mengambil jas almamater," kata Miftachul.



Ia menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan bertujuan memberikan stigma kepada mahasiswa, melainkan sebagai bagian dari komitmen universitas menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan bebas narkoba.

"Pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu upaya preventif. Harapannya tentu tidak ada masalah. Namun apabila ditemukan potensi persoalan di kemudian hari, kampus dapat melakukan mitigasi dan pendampingan sedini mungkin," tuturnya.

Salah seorang calon mahasiswa baru, Dianita mengapresiasi pelaksanaan tes yang dinilainya memiliki alur jelas dan mudah dipahami. Meski demikian, ia berharap kapasitas fasilitas pendukung, khususnya toilet perempuan untuk pengambilan sampel urine, dapat ditingkatkan agar antrean peserta tidak terlalu panjang.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....