Dikbud Malang Waspadai ISPA, Sekitar 50 Siswa Sempat Terdampak
- 30 Sep 2026 14:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di lingkungan satuan pendidikan. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan kasus ISPA di Jawa Timur berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga minggu ke-36 tahun 2026.
Kewaspadaan tersebut dituangkan melalui surat edaran Dikbud Kota Malang tertanggal 25 September 2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kota Malang.
Plt Sekretaris Dikbud Kota Malang, Adhim mengatakan, pihaknya belum melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap siswa yang tidak masuk sekolah maupun yang mengalami gejala ISPA. Pemantauan sementara dilakukan melalui laporan dari puskesmas di masing-masing wilayah.
Salah satu laporan datang dari SMP Taman Madya atau Taman Siswa di kawasan Mangkudriyo. Sekitar 50 siswa sempat mengalami gejala pernapasan sejak Senin pekan lalu, namun kondisi mereka kini berangsur membaik dan sebagian besar telah kembali ke sekolah.
“Kira-kira sekitar 50 siswaan. Tapi sudah berangsur-angsur sudah kembali lagi ke sekolah. Flu-nya nggak berat,” ujar Adhim, Rabu (30/9/2026).
Adhim menyebut hingga saat ini belum ada laporan serupa yang signifikan dari sekolah lainnya. Pemantauan tetap dilakukan melalui koordinasi dengan puskesmas di masing-masing wilayah.
“Sampai hari ini belum ada laporan lagi. Kemarin kan sudah ada dari puskesmas, tapi sampai hari ini belum ada lagi,” kata Adhim.
Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta memperkuat edukasi kesehatan kepada warga sekolah, termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), etika batuk dan bersin, serta penggunaan masker pada kondisi atau lingkungan yang berisiko menularkan penyakit pernapasan maupun terpapar polusi dan asap.
Sekolah juga diminta menghindari kerumunan serta mengarahkan warga sekolah yang mengalami gejala gangguan pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, terutama apabila gejala memburuk. Koordinasi dengan puskesmas juga diminta diperkuat sebagai bagian dari kesiapsiagaan dan respons cepat apabila terjadi peningkatan kasus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....