Jangan Sembarangan Ikuti Rekomendasi Obat dari Orang Lain

  • 30 Sep 2026 16:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang -Pernah mendapat rekomendasi obat dari teman atau keluarga karena dianggap ampuh mengatasi keluhan tertentu? Sebelum ikut mengonsumsinya, masyarakat perlu memahami bahwa kondisi kesehatan setiap orang berbeda.

Obat yang memberikan hasil baik pada seseorang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain. Keluhan yang terlihat serupa juga dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan dan terapi yang berbeda pula.

Dalam program Jaga Malam Info Kesehatan, Apt. Nabila Aska Rahmita, S.Farm dan Apt. Intan Agustina Mukti, S.Farm menjelaskan, sebelum memberikan obat, apoteker melakukan penilaian awal terhadap kondisi dan keluhan pasien.

“Kalau di apotek, kami melakukan assessment awal. Ketika pasien datang dengan keluhan, kami tanya keluhannya apa, sudah berapa lama, dan apakah ada obat yang sudah diminum sebelumnya. Dari situ kami bisa membantu memilih terapi atau obat yang tepat untuk pasien,” jelasnya, Jumat (25/09/2026).

Mengandalkan pengalaman orang lain atau mengikuti rekomendasi obat dari media sosial juga memiliki risiko. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai, menimbulkan efek samping, hingga meningkatkan risiko overdosis atau keracunan.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan zat aktif, terutama jika mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Pasalnya, beberapa obat dengan merek berbeda dapat memiliki kandungan zat aktif yang sama.

“Kalau kita tidak aware dan tidak membaca kandungan zat aktifnya, kita bisa mengalami duplikasi penggunaan. Misalnya, obat flu ada yang mengandung pseudoefedrin dan parasetamol, kemudian kita juga minum obat lain yang mengandung parasetamol. Akhirnya parasetamolnya menjadi dobel dan itu bisa berbahaya,” tambahnya.

Karena itu, pengalaman orang lain tidak sebaiknya menjadi satu-satunya patokan dalam memilih obat. Masyarakat perlu mengenali keluhan yang dialami, membaca kandungan serta aturan penggunaan obat, dan berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan apabila masih memiliki keraguan.

Dengan penggunaan obat yang tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat terapi sekaligus mengurangi risiko kesalahan penggunaan dan efek yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....