Remaja Rentan Alami Gejala Cemas Depresi
- 18 Sep 2026 11:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berdasarkan hasil skrining kesehatan mental, remaja menjadi kelompok rentan mengalami gejala kecemasan dan depresi. Kondisi tersebut tidak selalu terlaporkan kepada keluarga, sehingga dukungan lingkungan menjadi lebih penting dalam membantu remaja menghadapi tekanan.
“Remaja yang sedang mencari jati diri, mengalami perubahan tubuh, serta membutuhkan pengakuan dari kelompok dan lingkungan pertemanannya. Tekanan akademik, persoalan pertemanan, dan perubahan perilaku sering muncul bersamaan sehingga orang tua perlu memperhatikan kondisi anak secara berkala lebih,” ujar Ns. Hardini R. Palupi, S. Kep - Perawat (Tim Prana Harsa) RS Radjiman Widiodiningrat Lawang, Kamis (16/09/2026).
Gejala ringan dari gangguan kecemasan dan depresi ini antara lain sulit berkonsentrasi, kehilangan minat terhadap hobi, lebih sering menyendiri, serta menjadi sensitif dan mudah marah. Ketika kondisi memburuk, remaja akan lebih sering bolos sekolah, mengalami penurunan nilai akademis, agresif, panik, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
“Perubahan perilaku yang mendadak seperti ini perlu diperhatikan, terutama ketika anak mulai menjauh dan enggan berkomunikasi dengan keluarga terdekat. Ucapan yang menunjukkan perasaan tidak dibutuhkan juga perlu ditanggapi serius, kemudian orang tua dapat mencari bantuan profesional untuk memastikan kondisinya,” imbuhnya.
Dukungan keluarga membantu remaja mengatasi stres dan mengendalikan keinginan menyakiti diri ketika menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari yang berat. Karena itu, orang tua disarankan membangun komunikasi yang nyaman, memahami perubahan anak, serta menghindari pendekatan yang terasa menghakimi atau menekan.
“Keluarga perlu hadir sebagai tempat aman agar anak berani menyampaikan persoalan sebelum tekanan berkembang menjadi lebih berat lagi. Guru dan lingkungan sekolah juga dapat membantu mengenali perubahan perilaku, terutama ketika remaja mulai mengalami masalah akademik maupun sosial secara bersamaan,” tuturnya.
Jika perubahan berlangsung nyata dan mengganggu kehidupan sehari-hari, keluarga dapat menghubungi psikolog, dokter, atau layanan kesehatan yang tersedia sesuai kebutuhan. Pendekatan ini diharapkan membuat remaja memperoleh dukungan lebih awal, sehingga keluarga tidak terlambat mengenali tanda perubahan kondisi psikologis mereka sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....