Rangkul Laki-Laki lewat Komunitas, Indonesia Sehat Jiwa Gunakan Olahraga sebagai

  • 02 Sep 2026 10:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada laki-laki tidak selalu harus dimulai melalui pembicaraan yang serius. Indonesia Sehat Jiwa mencoba menggunakan pendekatan komunitas dan kegiatan bersama untuk menciptakan ruang interaksi yang lebih nyaman bagi laki-laki.

Founder sekaligus Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini S.Kom., MM, mengatakan salah satu tantangan dalam menjangkau laki-laki adalah anggapan bahwa mereka tidak nyaman jika harus membicarakan persoalan pribadi secara langsung.

Karena itu, pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakter dan kenyamanan mereka. Salah satunya melalui kegiatan bersama yang memungkinkan laki-laki berinteraksi tanpa harus langsung membicarakan persoalan kesehatan mental.

Hal tersebut disampaikan Sofia dalam program Jaga Malam Mental Health Pro 2 RRI Malang, Selasa (1/9/2026).

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah olahraga bersama melalui program badminton Indonesia Sehat Raga. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kelompok relawan laki-laki untuk berkumpul dan membangun relasi sosial.

“Laki-laki ini yang menciptakan. Ini juga boleh terbuka buat umum, setiap hari Rabu,” kata Sofia.

Menurutnya, kegiatan seperti olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi. Laki-laki tidak harus langsung merasa sedang mengikuti kegiatan bertema kesehatan mental, tetapi dapat terlebih dahulu membangun rasa nyaman melalui interaksi dengan orang-orang lain.

Pendekatan tersebut penting karena, menurut Sofia, banyak laki-laki memiliki kecenderungan lebih rendah dalam mencari bantuan ketika menghadapi persoalan. Stigma bahwa laki-laki harus kuat dan tidak boleh mengeluh dapat membuat mereka merasa tidak nyaman untuk mengatakan bahwa dirinya sedang membutuhkan dukungan.

Indonesia Sehat Jiwa kemudian mencoba menghadirkan ruang yang lebih cair melalui komunitas. Dari kegiatan bersama tersebut, hubungan antaranggota dapat terbentuk sehingga komunikasi mengenai berbagai persoalan dapat berlangsung secara lebih natural.

Meski menggunakan pendekatan komunitas, Sofia menegaskan bahwa Indonesia Sehat Jiwa tetap memiliki batas dalam memberikan pendampingan. Relawan bukan pengganti psikolog maupun psikiater, melainkan menjadi pihak yang menemani dan membantu menghubungkan seseorang dengan tenaga profesional ketika diperlukan.

“Guided by compassion. Awalnya kita memang compassion, tapi kita juga grounded by science,” ujar Sofia.

Dalam menjalankan programnya, Indonesia Sehat Jiwa juga mendapatkan dukungan dan arahan dari berbagai pihak, termasuk tenaga profesional psikologi serta pihak yang disebut Sofia sebagai advisor, yakni Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang dan RSUB.

Sofia berharap pendekatan berbasis komunitas dapat membuat pembicaraan mengenai kesehatan mental menjadi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membangun ruang pertemanan yang sehat dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong laki-laki agar lebih terbuka dan tidak merasa harus menghadapi semua persoalan seorang diri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....