Indonesia Sehat Jiwa Hadir sebagai “Jembatan” bagi Masyarakat yang Butuh Bantuan

  • 02 Sep 2026 10:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental mendorong lahirnya Indonesia Sehat Jiwa sebagai gerakan yang berupaya menghubungkan masyarakat dengan dukungan dan bantuan profesional.

Founder sekaligus Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini S.Kom., MM, mengatakan gerakan tersebut berawal dari kepedulian terhadap banyaknya pemberitaan mengenai kasus bunuh diri yang ia temui pada penghujung 2023.

“Awalnya ini mungkin dari tahun 2023. Di penghujung tahun itu, setiap hari saya selalu membaca ada yang bunuh diri,” kata Sofia dalam program Jaga Malam Mental Health Pro 2 RRI Malang, Selasa (1/9/2026).

Kondisi tersebut kemudian mendorong Sofia bersama sejumlah rekannya untuk memikirkan bentuk intervensi yang dapat dilakukan di masyarakat. Pada awalnya, gerakan tersebut bernama Malang Raya Sehat Jiwa.

Namun, seiring berjalannya waktu, Sofia menyadari bahwa persoalan kesehatan mental tidak hanya terjadi di Malang. Kebutuhan terhadap dukungan juga datang dari masyarakat di berbagai daerah.

Menurut Sofia, sekitar 50 persen panggilan yang masuk ke layanan mereka pada suatu periode berasal dari luar kota. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan gerakan yang awalnya berfokus di Malang Raya kemudian berkembang menjadi Indonesia Sehat Jiwa.

Perubahan nama tersebut dilakukan pada 17 April 2025, dengan tujuan memperluas cakupan gerakan ke berbagai daerah. Hingga saat ini, Indonesia Sehat Jiwa telah memiliki beberapa cabang aktif, dengan Makassar menjadi salah satu cabang terbaru yang disebut Sofia dalam dialog tersebut.

Sofia mengatakan Indonesia Sehat Jiwa tidak menempatkan relawan sebagai pengganti psikolog maupun psikiater. Relawan justru berperan sebagai penghubung agar masyarakat yang membutuhkan dapat menemukan akses bantuan yang sesuai.

“Indonesia Sehat Jiwa itu menjadi jembatannya supaya orang yang memiliki masalah itu bisa bertemu dengan profesional,” jelasnya.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui peer support, yaitu dukungan dari orang-orang yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Menurut Sofia, kegiatan tersebut tetap mendapatkan arahan dan pengawasan dari tenaga profesional di bidang psikologi.

Indonesia Sehat Jiwa juga mengembangkan pendekatan preventif dan intervensi awal. Salah satunya melalui Peer Support Academy, termasuk pengenalan dukungan sebaya sejak usia sekolah.

Sofia menilai upaya menjaga kesehatan mental tidak cukup hanya mengandalkan tenaga profesional. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali persoalan dan memberikan dukungan awal secara tepat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan sekitar. Dukungan tersebut tidak harus selalu dalam bentuk solusi, tetapi dapat dimulai dengan hadir, mendengarkan, dan membantu seseorang terhubung dengan pertolongan yang sesuai.

Melalui gerakan tersebut, Indonesia Sehat Jiwa membawa pesan “Be a bridge, save a soul”, yang menggambarkan pentingnya peran masyarakat sebagai jembatan menuju bantuan yang tepat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....