Pilih Mainan Anak Sesuai Fase Tumbuh Kembang
- 31 Agt 2026 13:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Memilih mainan untuk anak sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan bentuk, warna, atau kesukaan anak. Mainan juga dapat disesuaikan dengan fase perkembangan anak agar sekaligus membantu menstimulasi kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, serta sensoriknya.
Dalam laman resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Dokter spesialis anak Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, menjelaskan bahwa setiap rentang usia memiliki perkembangan yang berbeda sehingga pemilihan mainan perlu disesuaikan dengan kemampuan anak.
Pada usia 0–6 bulan, misalnya, fungsi pendengaran dan penglihatan bayi mulai berkembang. Bayi mulai tertarik melihat dan mengikuti gerakan benda, berpaling ketika mendengar suara, serta mulai mampu menggenggam dan meraih benda. Mainan dengan warna mencolok dapat menarik perhatian bayi sekaligus membantu stimulasi penglihatan. Mainan yang menghasilkan suara dan mudah digenggam, seperti icik-icik, juga dapat menjadi pilihan untuk merangsang respons pendengaran dan koordinasi tangan.
Memasuki usia 7–12 bulan, kemampuan motorik kasar bayi semakin berkembang. Bayi mulai aktif berguling, duduk, merangkak hingga berdiri. Pada tahap ini, orang tua dapat memberikan mainan yang mendorong aktivitas mengambil dan menaruh benda, seperti cangkir atau mangkuk berisi biskuit. Bola dan kubus juga dapat diperkenalkan. Mainan seperti boneka atau mobil plastik dapat digunakan untuk mengenalkan permainan pura-pura secara sederhana.
Saat memasuki usia 1–2 tahun, anak umumnya mulai berdiri dan berjalan, belajar menaiki tangga, mengucapkan kata-kata bermakna, serta mulai tertarik bermain bersama anak lain. Buku cerita bergambar, musik dan lagu, serta alat menggambar yang aman seperti krayon, kertas berukuran besar, dan pensil warna dapat membantu mengembangkan kemampuan anak. Permainan pura-pura menggunakan telepon mainan, boneka, stroller, aksesori berpakaian, atau binatang plastik juga dapat merangsang imajinasi.
Pada usia 2 tahun, perkembangan bahasa anak semakin terlihat. Anak mulai mampu merangkai dua kata dan menyampaikan keinginan secara sederhana. Kemampuan fisik juga berkembang sehingga anak mulai menyukai aktivitas seperti melompat, memanjat, dan bergelantungan. Puzzle, lego, set konstruksi, mainan transportasi, boneka beserta aksesori, serta permainan pasir dan air dapat membantu mengasah kemampuan motorik halus sekaligus kreativitas.
Sementara itu, pada usia 3–6 tahun, kemampuan bahasa, sosial, dan motorik anak semakin matang. Anak mulai banyak bertanya, senang berbicara dan bermain bersama teman, serta mulai mampu mengikuti permainan yang memiliki aturan dan giliran. Puzzle, kubus, lego, board game seperti ular tangga, halma dan kartu dapat menjadi pilihan. Permainan pura-pura dengan set konstruksi, transportasi atau boneka juga dapat merangsang imajinasi. Untuk aktivitas fisik, orang tua dapat mengenalkan permainan luar ruangan seperti sepeda dan bola sesuai kemampuan anak. Dengan pemilihan mainan yang tepat, aktivitas bermain tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....