Jangan Tunggu Remaja dalam Kondisi Krisis untuk Mencari Bantuan
- 14 Agt 2026 12:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penanganan masalah psikologis pada remaja perlu dilakukan sedini mungkin. Orang tua disarankan tidak menunggu kondisi anak semakin berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari sebelum mencari bantuan dari tenaga profesional.
Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Pro 2 RRI Malang bertema “Masalah Psikologis pada Remaja dan Penanganannya”, Rabu (12/8/2026), yang menghadirkan Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Malang, Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes dan Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd.
Persoalan psikologis pada remaja dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecemasan, depresi, stres, tekanan akademik, konflik keluarga, masalah pertemanan, perundungan, hingga tekanan yang muncul dari lingkungan digital dan media sosial.
| Baca juga: Pernikahan Dini Picu Risiko Stunting |
Masalah tersebut perlu mendapat perhatian ketika sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, remaja tidak mampu mengikuti kegiatan sekolah dengan baik, menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami gangguan tidur, kehilangan minat terhadap aktivitas, atau kesulitan menjalankan rutinitas yang sebelumnya dapat dilakukan secara normal.
Dalam kondisi tersebut, keluarga tidak harus menghadapi persoalan seorang diri. Bantuan dapat diperoleh melalui psikolog, psikiater, puskesmas, rumah sakit, maupun layanan kesehatan jiwa yang tersedia sesuai kebutuhan.
Pencarian bantuan profesional juga tidak perlu menunggu sampai remaja mengalami gangguan yang berat. Konsultasi sejak awal dapat membantu keluarga memahami kondisi anak sekaligus menentukan bentuk dukungan atau penanganan yang sesuai.
Perhatian lebih serius diperlukan ketika remaja menunjukkan tanda ingin menyakiti diri atau bunuh diri, memiliki rencana untuk menyakiti diri, pernah melakukan percobaan bunuh diri, atau berada dalam kondisi psikologis yang berat.
Dalam situasi tersebut, remaja tidak sebaiknya dibiarkan sendirian. Orang terdekat perlu memberikan pendampingan, menjauhkan benda atau alat yang berpotensi digunakan untuk menyakiti diri, serta segera mencari bantuan profesional atau layanan kegawatdaruratan.
Selain penanganan ketika masalah sudah muncul, upaya pencegahan juga penting dilakukan. Keluarga perlu menciptakan lingkungan yang suportif agar remaja memiliki tempat yang aman untuk berbicara mengenai tekanan, ketakutan, maupun persoalan yang mereka hadapi.
Pesan pentingnya, meminta bantuan bukan berarti remaja atau keluarganya gagal menghadapi masalah. Justru, mencari pertolongan sejak dini dapat menjadi langkah untuk mencegah persoalan berkembang dan membantu remaja kembali menjalani aktivitasnya secara lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....