SENYUM Jadi Cara Jitu Ibu Kelola Stres
- 26 Agt 2026 13:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kesibukan mengurus keluarga terkadang membuat seorang ibu merasa harus mampu menyelesaikan semuanya sendiri. Ketika pekerjaan rumah menumpuk, anak membutuhkan perhatian, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan, rasa lelah dapat berubah menjadi tekanan emosional. Karena itu, ibu rumah tangga perlu memiliki cara sederhana untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tidak terus-menerus berada dalam tekanan.
Hal tersebut dibahas dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Malang dengan judul “Dari Dapur Sampai Kasur: Cara Cerdas Ibu Rumah Tangga Atasi Stres”, Senin (20/7/2026). Program kali ini menghadirkan Dr. Farida Halis DK, SKP., M.Pd. dan Viasril Lundi, S.Kep., Ns., M.Kes. sebagai narasumber. Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya ibu mengakui ketika dirinya sedang mengalami kelelahan.
Menurutnya mengatasi stres dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana yang dirangkum dalam akronim SENYUM. Huruf pertama, S, berarti menyempatkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Huruf E berarti mengekspresikan perasaan dengan bercerita kepada pasangan maupun sahabat dan tidak memendam semuanya seorang diri. Sementara N berarti melakukan napas dalam atau relaksasi, termasuk melalui kegiatan ibadah dan beristigfar.
Selanjutnya, huruf Y berarti yakin bahwa tidak ada keluarga yang sempurna dan setiap orang cukup berusaha melakukan yang terbaik. Huruf U mengingatkan agar ibu mengutamakan kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Sedangkan M berarti meminta bantuan kepada orang lain ketika sudah merasa tidak sanggup, baik kepada kerabat, asisten rumah tangga maupun tenaga medis atau profesional. “Yakin tidak ada yang sempurna,” menjadi salah satu pesan dalam konsep SENYUM yang disampaikan narasumber.
Selain melakukan me time, ibu juga dapat meningkatkan suasana hati melalui aktivitas yang sederhana. Mendengarkan musik, bernyanyi saat mengerjakan pekerjaan rumah, menonton tayangan yang menghibur, menikmati makanan favorit, berkebun atau membaca dapat menjadi pilihan. Aktivitas fisik seperti berjalan pagi selama 20–30 menit dan berjemur juga dianjurkan sebagai bagian dari rutinitas sehat.
Pengelolaan stres juga perlu dibarengi dengan komunikasi yang baik bersama pasangan. Narasumber menyarankan agar ibu memilih waktu yang santai untuk menyampaikan kondisi yang sedang dirasakan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah meminta pendapat pasangan, misalnya dengan mengatakan, “Menurut Papa gimana kalau aku merasa agak berat mengatur waktu.” Dengan komunikasi semacam itu, masalah dapat dibicarakan tanpa saling menyalahkan.
Narasumber juga mengingatkan pentingnya membatasi pengaruh negatif media sosial. Membandingkan kehidupan keluarga sendiri dengan kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial justru dapat menambah tekanan. Karena itu, ibu perlu memahami bahwa setiap keluarga memiliki kondisi dan tantangannya masing-masing. Pada akhirnya, menjaga kesehatan ibu bukan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga membantu menciptakan suasana keluarga yang lebih sehat dan bahagia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....