Kekurangan Gizi 1000 HPK Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak
- 20 Agt 2026 13:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi perlu mendapat perhatian sejak awal.
Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, Indri Hapsari, S.TP., M.TP., menjelaskan bahwa kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dengan baik selama periode 1.000 HPK dapat memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Kalau kebutuhan gizi tidak terpenuhi dengan baik selama periode ini, dampaknya bisa cukup serius,” jelas Indri.
Menurutnya, kekurangan gizi pada periode tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari berat badan lahir rendah, anak lebih mudah sakit, hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Indri menegaskan bahwa persoalan gizi tidak semata-mata berkaitan dengan berat badan anak. Asupan gizi yang cukup dan seimbang juga memiliki keterkaitan dengan perkembangan otak, kesehatan, serta kualitas hidup anak dalam jangka panjang.
“Masalah gizi bukan hanya masalah berat badan. Gizi juga berhubungan dengan pertumbuhan, perkembangan otak, kesehatan, dan kualitas hidup anak ke depannya,” ujarnya.
Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi idealnya tidak baru dimulai ketika kehamilan terjadi. Persiapan gizi sejak sebelum kehamilan menjadi langkah penting untuk membantu memastikan kondisi kesehatan ibu dan calon anak lebih optimal.
Pemenuhan gizi yang baik selama 1.000 HPK pun membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari masa kehamilan, pemberian ASI, hingga pemenuhan makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan anak. Dengan persiapan dan pemenuhan gizi yang tepat, periode 1.000 HPK dapat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak di masa mendatang.
-Ira Azlina
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....