Perubahan Sikap Remaja Bukan Cuma Soal “Nakal”, Bisa Jadi Tanda Masalah Psikologis

  • 14 Agt 2026 12:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Orang tua diminta tidak terburu-buru menganggap perubahan perilaku anak saat memasuki usia remaja sebagai bentuk kenakalan. Perubahan emosi, kebiasaan, hingga hubungan sosial yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa remaja sedang menghadapi persoalan psikologis dan membutuhkan perhatian dari lingkungan terdekat.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Dialog Interaktif Pro 2 RRI Malang bertema “Masalah Psikologis pada Remaja dan Penanganannya”, Rabu (12/8/2026). Dialog menghadirkan Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Malang, Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes dan Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd.

Masa remaja merupakan periode yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, kognitif dan sosial. Pada fase ini, remaja dapat menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan sekolah, hubungan dengan teman sebaya, persoalan keluarga, hingga pengaruh media sosial.

Sejumlah perubahan yang perlu diperhatikan antara lain remaja menjadi lebih sering menyendiri, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mengalami perubahan pola tidur dan makan, sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan prestasi sekolah, atau menunjukkan perubahan suasana hati yang cukup signifikan.

Kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh. Orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan label “malas”, “nakal”, atau “tidak mau diatur”, karena respons yang menghakimi justru dapat membuat remaja semakin menutup diri dan enggan menceritakan persoalan yang sedang dihadapi.

Pendekatan komunikasi menjadi salah satu langkah penting. Orang tua dapat memulai percakapan dengan menunjukkan perhatian dan memberikan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa langsung menyalahkan maupun memberikan ceramah.

Dukungan juga dapat diberikan melalui pola hidup yang sehat, aktivitas fisik, hubungan sosial yang positif, kegiatan yang menyenangkan, rutinitas sehari-hari, serta kemampuan mengelola stres.

Di sisi lain, lingkungan sekolah dan teman sebaya juga memiliki peran penting. Remaja menghabiskan banyak waktu di lingkungan sosialnya sehingga persoalan seperti tekanan teman sebaya, perundungan atau bullying, maupun konflik pertemanan juga perlu menjadi perhatian.

Melalui komunikasi yang terbuka dan dukungan sejak dini, orang tua diharapkan dapat membantu remaja menghadapi tekanan dengan lebih sehat. Dengan demikian, perubahan perilaku tidak hanya dilihat sebagai persoalan disiplin, tetapi juga sebagai sinyal yang perlu dipahami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....