Rongga Mulut Bisa Menjadi Petunjuk Awal Berbagai Penyakit

  • 13 Agt 2026 11:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Rongga mulut tidak hanya perlu dijaga untuk mencegah gigi berlubang maupun gangguan pada gusi. Kondisi di dalam mulut ternyata juga dapat menjadi salah satu petunjuk adanya penyakit tertentu yang dialami seseorang.

Dokter gigi, drg. Arinda Febrianti, menjelaskan sejumlah penyakit dapat menunjukkan tanda-tanda awal melalui kondisi rongga mulut, bahkan sebelum pasien menyadari adanya penyakit tersebut.

Menurutnya, rongga mulut memiliki jaringan mukosa yang tipis dan kaya akan pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat rongga mulut cukup rentan terhadap perubahan sistem kekebalan tubuh, trauma fisik, maupun infeksi mikroorganisme.

“Bisa dikatakan, rongga mulut menjadi pintu gerbang tubuh sehingga sering mencerminkan kondisi kesehatan,” jelas Arinda, Rabu (12/8/2026)

Ia mencontohkan penyakit sifilis. Pada tahap awal, seseorang yang terinfeksi sifilis dapat mengalami gejala seperti demam serta munculnya luka atau lesi di rongga mulut. Kondisi tersebut berpotensi disalahartikan sebagai sariawan biasa.

“Jika berbicara tentang sifilis, seseorang yang terinfeksi penyakit ini awalnya mengalami gejala seperti demam serta munculnya luka atau lesi di rongga mulut yang berpotensi disalahartikan sebagai sariawan biasa,” ujarnya.

Apabila tidak disadari dan tidak mendapatkan penanganan, infeksi sifilis dapat berkembang ke tahap berikutnya. Pada kondisi yang lebih lanjut, penyakit tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan serius, termasuk pada area mulut.

Selain sifilis, perubahan pada rongga mulut juga dapat menjadi petunjuk adanya penyakit lain. Arinda menyebut pasien HIV, misalnya, dapat mengalami sejumlah gangguan pada rongga mulut, seperti masalah pada gusi, infeksi jamur, hingga gusi yang mudah mengalami perdarahan.

Sementara pada pasien leukemia, kondisi gusi dapat terlihat sangat pucat dan lebih mudah mengalami perdarahan.

Arinda menegaskan, ketika menemukan kondisi yang tidak biasa pada rongga mulut, dokter gigi tidak hanya memeriksa gigi dan gusi. Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan menggali riwayat kesehatan pasien untuk mengetahui kemungkinan adanya kondisi lain yang mendasari.

Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atau ditangani bersama dokter dari bidang lain.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan perubahan yang tidak biasa pada rongga mulut, terlebih jika keluhan berlangsung atau berulang. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....