Remaja Sumberporong Diajak Kurangi Gula untuk Cegah Diabetes

  • 15 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula tambahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sejak usia remaja untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes melitus tipe 2.

Upaya meningkatkan kesadaran tersebut tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang menggelar program SWEETLESS7Challenge yang menyasar remaja di Desa Sumberporong, Kabupaten Malang. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengajak remaja mengenali konsumsi gula sehari-hari sekaligus membangun kebiasaan makan dan minum yang lebih sehat.

Tim pelaksana yang terdiri dari Esti Widiani, Nurul Hidayah, dan Nurul Pujiastuti mengemas edukasi melalui diskusi, pemantauan konsumsi makanan dan minuman, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan kelompok. Sebanyak 22 remaja mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam dua pertemuan, yakni 16 Agustus dan 13 September 2026.

“Pada pertemuan pertama, peserta mendapatkan edukasi mengenai cara mengurangi makanan dan minuman dengan gula tambahan. Peserta juga menjalani pemeriksaan berat badan, lingkar perut, dan gula darah sewaktu,” kata Esti Widiani, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata meningkat dari 90,91 menjadi 99,09 atau bertambah 8,18 poin. Sebelum edukasi, 15 dari 22 peserta atau 68,2 persen memperoleh nilai 100. Empat peserta mendapat nilai 80 dan tiga peserta memperoleh nilai 60.

“Setelah edukasi, jumlah peserta yang memperoleh nilai 100 meningkat menjadi 21 orang atau 95,5 persen. Sementara satu peserta memperoleh nilai 80 dan tidak ada peserta yang mendapat nilai di bawah 80,” ungkapnya.

Tim juga membagikan booklet SWEETLESS7Challenge yang dilengkapi jurnal makan dan minum untuk membantu peserta mencatat konsumsi sehari-hari. Peserta kemudian diminta melakukan pemantauan selama tujuh hari sebagai bagian dari upaya mengenali kebiasaan konsumsi gula mereka.

“Pada pertemuan kedua, edukasi dilanjutkan dengan pengenalan skrining diabetes melitus pada remaja serta evaluasi jurnal pemantauan makanan dan minuman,” ujarnya.

Tim pelaksana berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan. Remaja diharapkan mulai menerapkan kebiasaan mengurangi konsumsi gula tambahan dan lebih cermat memilih makanan maupun minuman.

Program ini juga mendapat dukungan mitra di Desa Sumberporong, terutama dalam menentukan kader remaja, menyebarkan informasi kegiatan, memastikan kehadiran peserta, serta mendorong keterlibatan aktif selama pendampingan.

“Edukasi mengenai konsumsi gula diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran kesehatan sejak usia muda, sehingga remaja lebih siap mengurangi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular di kemudian hari,” tuturnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....