Kampanye Lintas Sektor Digalang, Tekan Stunting dan Pernikahan Anak di Malang

  • 29 Jul 2026 17:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya menekan angka stunting serta menghentikan maraknya pernikahan anak di Kabupaten Malang membutuhkan penetrasi informasi yang tak lagi bisa mengandalkan satu pihak. Sinergi lintas lembaga kini didorong menjadi gerakan bersama agar edukasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput secara berkelanjutan.

Langkah kolaboratif ini dirumuskan dalam forum koordinasi dan konsolidasi strategi kampanye KIA yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (NGO), organisasi keagamaan, media, hingga kader desa yang berlangsung di Resto 52 Kota Malang, Rabu (29/7/2026).

Project Manager Pattiro Malang, Asiswanto, menegaskan bahwa edukasi publik terkait stunting dan pencegahan kehamilan remaja harus dijadikan isu prioritas yang dikampanyekan secara masif dan konsisten oleh seluruh elemen masyarakat.

"Kami ingin kampanye pencegahan stunting dan pernikahan anak ini bisa lebih masif, bahkan selalu menjadi perhatian utama publik. Ini bukan hanya tugas media, tetapi seluruh lembaga memiliki kewajiban bersama untuk menyusun dan menyebarkan bahan kampanye yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Asiswanto.

Menurut Asiswanto, forum tersebut memetakan model kampanye yang telah berjalan sekaligus menyepakati komitmen bersama, baik secara mandiri oleh tiap lembaga maupun kolaboratif, untuk memperkuat daya jangkau dan daya pengaruh pesan edukasi di lapangan.

"Kami mengumpulkan para stakeholder untuk memastikan semua pihak berkontribusi mengkampanyekan KIA sesuai kapasitas masing-masing. Sinergi antarlembaga ini penting agar daya dorong dan daya pengaruh kampanyenya bisa lebih optimal," tambahnya.

Upaya membangun gerakan bersama ini mempertemukan berbagai aktor kunci di Kabupaten Malang, di antaranya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)/DPPKB Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, PC Fatayat NU Kab. Malang, KOPPATARA, Forum Remaja Peduli KIA, Program PASTI, serta Program INKLUSI LAKPESDAM Kab. Malang.

Selain itu, keterlibatan aktif kader dari empat desa, yakni Desa Sananrejo, Gedogwetan, Kidangbang, dan Sukolilo, bersama unsur fasilitator, media massa, serta tim Pattiro Malang diharapkan mampu memastikan pesan-pesan pencegahan stunting dan pernikahan anak benar-benar terimplementasi dalam aksi nyata di level desa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....