Screen Time Berlebih, Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

  • 18 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik manfaat tersebut, penggunaan gawai yang semakin lama membuat masyarakat cenderung kurang bergerak, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dea Ari Kurniawan, mengatakan gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus penyakit jantung, terutama pada kelompok usia produktif.

“Semakin lama kita duduk dan semakin sedikit aktivitas fisik, metabolisme tubuh menurun. Lemak akan lebih mudah menumpuk dan akhirnya meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah,” jelas dr. Dea, kepada RRI, Jumaat (17/7/2026).

Menurutnya, dampak penggunaan gawai tidak hanya berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik. Paparan media sosial yang berlebihan juga dapat memicu stres kronis akibat tekanan psikologis, notifikasi yang terus-menerus, hingga fenomena fear of missing out (FOMO).

Kondisi tersebut dapat meningkatkan produksi hormon stres yang berdampak pada naiknya tekanan darah dan dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kesehatan jantung.

“Penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Ketika stres berlangsung terus-menerus, kondisi itu ikut berdampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Dea menyarankan masyarakat menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan gawai. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, luangkan waktu 20 detik untuk melihat objek yang berjarak sekitar 20 meter.

Ia menambahkan, waktu istirahat tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan agar tubuh tetap aktif dan tidak terlalu lama berada dalam posisi duduk.

“Luangkan waktu untuk bergerak di sela-sela aktivitas menggunakan gawai. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga metabolisme tubuh sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat gaya hidup sedentari,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....