Kenali Hiperpigmentasi Kulit dan Beragam Cara Mengatasinya Secara Tepat
- 04 Jun 2026 13:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Hiperpigmentasi merupakan kondisi ketika area tertentu pada kulit tampak lebih gelap dibandingkan bagian sekitarnya. Kondisi ini terjadi akibat produksi melanin, pigmen pemberi warna kulit, yang berlebihan pada bagian tubuh tertentu.
Meski umumnya tidak berbahaya, hiperpigmentasi kerap menjadi keluhan karena dapat memengaruhi penampilan, terutama jika muncul di area wajah. Berbagai faktor dapat memicu kondisi ini, mulai dari paparan sinar matahari berlebih, proses penuaan, perubahan hormon, hingga efek samping penggunaan obat tertentu.
Dokter kulit menjelaskan bahwa hiperpigmentasi memiliki beberapa jenis yang umum ditemukan. Salah satunya adalah melasma, yang ditandai dengan bercak gelap di wajah seperti pipi, dahi, hidung, dan area atas bibir. Kondisi ini lebih sering dialami perempuan, terutama saat kehamilan atau akibat perubahan hormon.
Jenis lainnya adalah lentigo, yaitu bintik-bintik kecokelatan yang sering muncul pada wajah, tangan, atau lengan. Bercak ini umumnya berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dan lebih sering ditemukan pada usia paruh baya hingga lanjut usia.
Selain itu, terdapat hiperpigmentasi pascainflamasi yang muncul setelah kulit mengalami peradangan atau cedera, seperti jerawat, eksim, reaksi alergi, maupun luka bakar. Bekas peradangan tersebut dapat meninggalkan noda kecokelatan yang bertahan dalam waktu cukup lama.
Hiperpigmentasi juga dapat dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu atau paparan bahan kimia tertentu. Pada kondisi ini, warna bercak bisa bervariasi, mulai dari cokelat, abu-abu, hingga kebiruan tergantung penyebab yang mendasarinya.
| Baca juga: Tips Mengatasi Kulit Sensitif |
Untuk mengatasi hiperpigmentasi, sejumlah perawatan dapat dilakukan. Produk perawatan kulit yang mengandung vitamin C, asam kojic, hidrokuinon, tretinoin, retinol, atau asam hialuronat diketahui dapat membantu menyamarkan noda gelap sekaligus mendukung regenerasi kulit.
Apabila penggunaan krim tidak memberikan hasil yang optimal, dokter dapat merekomendasikan tindakan lain seperti chemical peeling atau terapi laser. Kedua metode tersebut bertujuan membantu mengurangi penumpukan pigmen pada lapisan kulit.
Pencegahan juga penting dilakukan dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan topi atau pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari juga dapat membantu mengurangi risiko munculnya hiperpigmentasi.
Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter kulit apabila bercak yang muncul semakin luas, berubah bentuk atau warna, mudah berdarah, disertai rasa nyeri maupun gatal, karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kulit yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....