Bediding Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan di Kota Batu
- 11 Jun 2026 14:37 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Fenomena bediding atau penurunan suhu udara yang terjadi selama musim kemarau berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di Kota Batu. Suhu udara yang lebih dingin dari biasanya dapat meningkatkan beban kerja tubuh dalam menjaga suhu inti tetap normal.
Praktisi Kesehatan Kota Batu, dr. Susana Indahwati, mengatakan fenomena tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi ini terutama dirasakan di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu yang mengalami penurunan suhu cukup signifikan pada malam hingga dini hari.
“Secara medis, fenomena bediding atau penurunan suhu udara yang signifikan pada musim kemarau dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat melalui beberapa mekanisme fisiologis tubuh,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
| Baca juga: BNN Ungkap Bahaya Tersembunyi Vape |
Menurut dr. Susana, suhu udara di Kota Batu saat ini dapat mencapai sekitar 16 hingga 18 derajat Celsius pada malam hari. Kondisi tersebut bahkan dapat terasa lebih dingin akibat pengaruh angin dan rendahnya tingkat kelembapan udara.
Saat suhu lingkungan menurun, tubuh akan berupaya mempertahankan suhu inti normal yang berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius. Proses tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme alami yang membutuhkan energi lebih besar.
Ia menjelaskan tubuh akan melakukan penyempitan pembuluh darah, menggigil untuk menghasilkan panas, meningkatkan metabolisme energi, serta meningkatkan kerja jantung dan paru-paru. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menambah beban fisiologis tubuh.
“Jika berlangsung terus menerus, mekanisme ini dapat meningkatkan beban fisiologis terutama pada kelompok rentan,” jelasnya.
Kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat suhu dingin adalah lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Mereka membutuhkan perhatian lebih agar kondisi kesehatannya tetap terjaga selama fenomena bediding berlangsung.
Selain memengaruhi kenyamanan, suhu udara dingin juga dapat memperburuk kondisi kesehatan pada kelompok rentan apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh, mengenakan pakaian hangat, serta memenuhi kebutuhan gizi dan cairan harian.
“Kelompok rentan itu adalah golongan lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, dan orang yang menderita sakit,” pungkas dr. Susana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....