Penyakit Jantung Menyerang Anak Muda, Dokter Tekankan Pola Hidup Sehat

  • 18 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penyakit jantung kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Perubahan pola hidup masyarakat membuat kasus penyakit jantung pada usia muda terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dea Ari Kurniawan, mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di sisi lain, usia penderita juga semakin muda.

Dr. Dea mengaku pernah menangani pasien berusia 20 tahun yang mengalami serangan jantung hingga harus menjalani pemasangan ring jantung.

“Saya pernah mendapatkan pasien yang mengalami serangan jantung di usia 20 tahun dan sudah harus dipasang ring jantung. Artinya, penyakit jantung sekarang tidak hanya menyerang orang tua,” ungkapnya, Jumat (17/7/2026).

Menurut dr. Dea, meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia produktif tidak lepas dari perubahan gaya hidup yang kurang sehat. Pola makan tinggi lemak, gula, dan kalori, minim aktivitas fisik, serta kebiasaan lain yang tidak sehat dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah secara perlahan.

“Penyakit jantung bisa disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, mulai dari konsumsi makanan yang tidak terkontrol, kurang aktivitas fisik, hingga faktor risiko lainnya. Selama bertahun-tahun akan terjadi penumpukan plak pada pembuluh darah,” jelasnya.

Ia menambahkan, gejala awal penyakit jantung sering kali diabaikan karena dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, tanda-tanda seperti mudah lelah, sesak napas, penurunan kemampuan beraktivitas, hingga nyeri dada perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

“Jika cepat dikenali, semakin besar peluang mencegah komplikasi seperti serangan jantung maupun gagal jantung di kemudian hari,” katanya.

Dr. Dea mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, langkah pencegahan sejak usia muda menjadi kunci untuk menekan risiko penyakit jantung di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....