Lakukan Ini agar Si Kecil Tidak Keracunan Makanan

  • 09 Jul 2026 13:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Keracunan makanan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami anak-anak. Sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna membuat si kecil lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, maupun zat berbahaya.

Untuk mencegah hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar memperhatikan keamanan pangan sejak proses menyiapkan hingga menyajikan makanan. Penerapan kebiasaan sederhana di dapur dapat membantu menurunkan risiko keracunan makanan pada anak.

Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah menjaga kebersihan tangan. Orang tua dianjurkan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bahan makanan, terutama setelah menyentuh daging mentah. Tangan yang tidak bersih dapat menjadi media perpindahan kuman dan bakteri ke makanan sehingga meningkatkan risiko keracunan.

BPOM menyarankan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik agar tangan benar-benar bersih sebelum mengolah maupun menyajikan makanan untuk anak.

Selain kebersihan tangan, makanan juga harus dimasak hingga matang sempurna. Daging, ayam, telur, dan bahan pangan hewani lainnya perlu dimasak pada suhu yang tepat agar bakteri penyebab penyakit dapat mati.

Sebagai contoh, daging ayam sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal sekitar 75 derajat Celsius. Dengan proses pemasakan yang benar, makanan menjadi lebih aman untuk dikonsumsi keluarga, terutama anak-anak.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memisahkan bahan mentah dan makanan matang. Daging, ikan, maupun bahan mentah lainnya tidak boleh diletakkan atau diolah bersama makanan yang sudah siap disantap karena dapat menyebabkan kontaminasi silang.

Untuk mencegah hal tersebut, gunakan talenan, pisau, dan wadah yang berbeda antara bahan mentah dan makanan matang sehingga bakteri dari bahan mentah tidak berpindah ke makanan yang siap dikonsumsi.

Orang tua juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi makanan sebelum diberikan kepada anak. Jangan memberikan makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa maupun makanan yang memiliki aroma, warna, atau tekstur yang berubah.

Perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa makanan sudah tidak layak dikonsumsi. Jika menemukan kondisi yang mencurigakan, sebaiknya makanan segera dibuang agar tidak membahayakan kesehatan keluarga.

Selain itu, kebersihan peralatan masak juga harus menjadi perhatian. Pisau, talenan, panci, sendok, hingga peralatan makan perlu dicuci bersih setiap selesai digunakan, terutama setelah digunakan untuk mengolah bahan mentah.

BPOM merekomendasikan penggunaan sabun dan air panas saat mencuci peralatan masak agar sisa kotoran dan bakteri dapat dibersihkan secara maksimal.

Melalui penerapan lima langkah sederhana tersebut, yakni menjaga kebersihan tangan, memasak makanan hingga matang sempurna, memisahkan bahan mentah dan matang, membuang makanan kedaluwarsa atau yang mencurigakan, serta membersihkan peralatan masak dengan baik, risiko keracunan makanan pada anak dapat diminimalkan.

Keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan makanan, tetapi juga pada kebiasaan yang diterapkan selama proses pengolahan. Dengan disiplin menjaga kebersihan dan keamanan makanan, orang tua dapat memberikan perlindungan lebih bagi kesehatan si kecil sekaligus menciptakan lingkungan makan yang aman di rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....