Perempuan Jadi Penjaga Gizi Keluarga, Kunci Mewujudkan Lansia Sehat dan Bahagia
- 10 Jun 2026 09:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup anggota keluarga yang memasuki usia senja. Dalam kondisi tersebut, perempuan dinilai memiliki peran yang sangat penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan pengelolaan kebutuhan pangan dan gizi keluarga sehari-hari.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya, sekaligus Anggota Komunitas Pro Women Malang, Catur Saptaning Wilujeng, S.Gz., MPH, mengatakan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas kesehatan keluarga, termasuk para lansia. Dalam budaya keluarga Indonesia, perempuan umumnya bertanggung jawab memilih bahan makanan, memasak, menyusun menu harian, hingga mengatur jadwal makan seluruh anggota keluarga.
“Perempuan itu bisa disebut sebagai gatekeeper atau penjaga gizi keluarga. Sehingga memang sangat penting perannya dalam menjaga kualitas gizi dan juga kualitas hidup dari lansia,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog Pengarustamaan Gender di Pro 1 RRI Malang, Senin (8/6/2026)
Menurut Catur, kebutuhan gizi lansia tidak dapat disamakan dengan kelompok usia produktif. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan sehingga diperlukan perhatian khusus dalam penyediaan makanan. Tidak hanya kandungan gizinya yang harus diperhatikan, tetapi juga tekstur dan cara penyajiannya agar sesuai dengan kondisi lansia.
Ia menjelaskan bahwa banyak lansia mengalami kesulitan mengunyah akibat kondisi gigi yang sudah tidak lengkap. Karena itu, keluarga perlu menyesuaikan bentuk makanan agar tetap mudah dikonsumsi tanpa mengurangi kandungan gizinya. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah makanan khusus lansia juga dinilai penting agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Selain itu, perempuan yang berperan sebagai pendamping lansia juga perlu memahami kondisi kesehatan anggota keluarga yang dirawat. Sebab, pengaturan pola makan lansia harus mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari status gizi, riwayat penyakit, hingga kemampuan fisik masing-masing individu.
Catur menegaskan bahwa peran perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan dirinya sendiri.
“Perempuan itu harus menjaga kesehatan dirinya sendiri juga. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental perempuan sangat menentukan kondisi gizi keluarga,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....