Karang Gigi Bisa Picu Penyakit, Ini Cara Mencegahnya
- 02 Jun 2026 12:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Karang gigi merupakan plak yang mengeras akibat penumpukan bakteri, protein, dan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik. Kondisi ini terbentuk secara bertahap dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan gigi maupun mulut apabila dibiarkan tanpa penanganan.
Plak yang tidak dibersihkan secara rutin akan mengalami pengerasan dan berubah menjadi karang gigi. Selain mengganggu kebersihan mulut, karang gigi juga dapat memicu iritasi serta peradangan pada gusi.
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah menurunnya efektivitas menyikat gigi dan penggunaan benang gigi. Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang dan meningkatkan risiko kerusakan lapisan gigi hingga menyebabkan gigi berlubang.
Karang gigi juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, terutama jika tumbuh di sepanjang garis gusi. Bakteri tersebut berpotensi masuk ke jaringan gusi dan memicu iritasi maupun peradangan yang berkelanjutan.
Selain itu, penumpukan karang gigi dapat menyebabkan gingivitis atau radang gusi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi serius yang ditandai terbentuknya kantong nanah di antara gusi dan gigi.
Kerusakan yang terjadi akibat infeksi tersebut juga dapat memengaruhi tulang penyangga gigi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan gigi goyang hingga tanggal.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kesehatan gusi yang buruk juga dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke. Bakteri dari rongga mulut diduga dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan yang memengaruhi pembuluh darah.
Untuk mencegah terbentuknya karang gigi, masyarakat dianjurkan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari selama dua menit menggunakan sikat berbulu lembut. Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride juga dapat membantu mencegah plak berkembang menjadi karang gigi sekaligus menjaga kesehatan lapisan gigi.
Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau flossing juga penting dilakukan secara rutin karena mampu menjangkau area yang sulit dibersihkan oleh sikat gigi. Selain itu, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab plak.
Kebiasaan merokok juga perlu dihindari karena dapat mempercepat pembentukan karang gigi dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan mulut.
Untuk menghilangkan karang gigi yang sudah terbentuk, diperlukan tindakan pembersihan oleh dokter gigi. Pemeriksaan gigi dan mulut secara berkala setiap enam bulan sekali juga dianjurkan guna menjaga kesehatan rongga mulut dan mencegah munculnya masalah yang lebih serius.
Sumber: Diolah dari informasi kesehatan yang dimuat Alodokter, Selasa (2/6/2026)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....