Kenali Penyebab Gigi Sensitif dan Cara Mengatasinya
- 02 Jun 2026 12:19 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Gigi sensitif merupakan kondisi ketika seseorang merasakan nyeri atau ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan dan minuman panas, dingin, manis, asam, atau ketika menyikat gigi. Meski umumnya bersifat sementara, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kenyamanan saat makan maupun minum.
Secara medis, gigi sensitif terjadi ketika lapisan pelindung gigi, seperti enamel pada mahkota gigi atau sementum pada akar gigi, mengalami kerusakan atau penipisan. Akibatnya, lapisan dentin yang berada di bawahnya menjadi terbuka sehingga rangsangan dari luar lebih mudah mencapai saraf gigi dan memicu rasa ngilu.
Berbagai faktor dapat menyebabkan munculnya gigi sensitif. Di antaranya adalah gigi berlubang, gigi patah, radang gusi, penumpukan plak, hingga kebiasaan menyikat gigi terlalu keras. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam juga dapat mengikis lapisan enamel sehingga meningkatkan risiko sensitivitas gigi.
Kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur, penggunaan produk pemutih gigi, serta prosedur perawatan gigi tertentu juga dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif untuk sementara waktu. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat muncul akibat kerusakan di sekitar tambalan gigi yang sudah lama digunakan.
Untuk mengatasi gigi sensitif, dokter gigi umumnya menyarankan penggunaan pasta gigi khusus yang diformulasikan untuk mengurangi rasa ngilu. Pasta gigi yang mengandung fluoride dapat membantu memperkuat enamel gigi dan melindungi area sensitif dari rangsangan yang memicu nyeri.
Selain itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optimal menjadi langkah penting dalam mengurangi keluhan. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dapat membantu mencegah kerusakan enamel sekaligus menjaga kesehatan gusi.
Penderita gigi sensitif juga disarankan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam, manis, atau dingin. Setelah mengonsumsi makanan asam, sebaiknya tidak langsung menyikat gigi karena kondisi enamel sedang lebih rentan mengalami kerusakan.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter setidaknya setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi penyebab gigi sensitif lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi bertambah parah.
Apabila rasa ngilu berlangsung terus-menerus atau tidak membaik meski telah menggunakan produk khusus gigi sensitif, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....